DENPASAR, Vonisnews.com – Suasana penuh khidmat menyertai peringatan Hari Suci Tumpek Wariga atau Tumpek Uduh yang dirayakan setiap 210 hari sekali dalam kalender Bali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga, Sabtu 23 Mei 2026.
Semeton Sekaa Santi Banjar Eka Dharma, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur bersama keluarga turut mengucapkan Rahajeng Rahina Suci Tumpek Wariga/Uduh sebagai bentuk rasa syukur atas berkah alam dan tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan manusia.
Ketua Sekaa Santi Banjar Eka Dharma, Ketut Ambara, mengatakan bahwa Tumpek Wariga/Uduh merupakan upacara suci yang dipersembahkan untuk segala macam tumbuh-tumbuhan sebagai simbol penghormatan terhadap alam semesta.
“Persembahan ini dipersembahkan untuk Dewa Sangkara, yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi sebagai dewa tumbuh-tumbuhan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, upacara Tumpek Wariga/Uduh umumnya dilakukan di kebun maupun tegalan. Umat Hindu menghaturkan sesaji berupa canang dan bubur dari tepung beras sebagai bentuk penghormatan dan penyucian terhadap tumbuh-tumbuhan.
Momentum suci ini juga dimaknai sebagai ajang meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas anugerah kekayaan alam yang diberikan kepada umat manusia.
Melalui upacara ini, masyarakat diingatkan untuk terus menjaga kelestarian alam dan tumbuh-tumbuhan agar keseimbangan kehidupan tetap terjaga. Dengan penghormatan terhadap alam, diharapkan tercipta kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
Tumpek Wariga/Uduh tidak hanya menjadi tradisi spiritual, namun juga pengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam dalam kehidupan sehari-hari.
(Budi)
















