Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Mengapa Klaim Ormas Luar sebagai “Penjaga Bali” Memicu Penolakan Masyarakat

admin
19
×

Mengapa Klaim Ormas Luar sebagai “Penjaga Bali” Memicu Penolakan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Img 20260605 Wa0037
banner 1000x130

BALI, Vonisnews.com – Munculnya klaim dari organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berasal dari luar Bali dan menyatakan diri siap menjadi “penjaga Bali” memunculkan berbagai respons di tengah masyarakat. Sebagian besar masyarakat Bali menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai sistem keamanan serta tata kehidupan sosial yang telah lama berjalan di Pulau Dewata.

Penolakan terhadap klaim tersebut bukanlah bentuk sikap eksklusif ataupun penolakan terhadap keberagaman. Bali selama ini dikenal sebagai daerah yang terbuka, inklusif, dan menjadi tempat hidup bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, maupun profesi. Keharmonisan yang terjaga selama ini justru lahir dari kemampuan masyarakat Bali dalam merawat nilai toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap hukum dan adat istiadat yang berlaku.

banner 1000x130

Dalam perspektif negara hukum, urusan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab institusi resmi yang diberikan kewenangan oleh negara, yakni Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia. Kehadiran kedua institusi tersebut menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional maupun daerah.

Selain sistem keamanan formal yang dijalankan aparat negara, Bali juga memiliki sistem keamanan berbasis masyarakat yang telah tumbuh dan berkembang selama ratusan tahun melalui keberadaan desa adat. Sistem ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Bali dan terbukti mampu menjaga ketertiban serta keharmonisan dalam berbagai situasi.

Karena itu, ketika muncul klaim dari kelompok luar yang menyebut dirinya sebagai “penjaga Bali”, sebagian masyarakat menilai narasi tersebut dapat menimbulkan kesan seolah-olah Bali tidak memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan wilayahnya sendiri. Pandangan semacam itu dianggap mengabaikan kekuatan sosial dan kelembagaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Padahal, ketahanan sosial Bali tidak dibangun oleh satu kelompok tertentu, melainkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, desa adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat yang hidup dan beraktivitas di Bali. Kerja sama inilah yang selama ini menjadi kunci terciptanya stabilitas sosial dan keamanan di daerah tersebut.

Salah satu elemen penting dalam sistem keamanan berbasis kearifan lokal Bali adalah keberadaan pecalang. Institusi adat ini memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan desa adat. Pecalang bukan hanya hadir saat pelaksanaan upacara keagamaan atau kegiatan adat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketertiban umum dan mendukung terciptanya suasana yang aman serta kondusif bagi masyarakat.

Keunggulan pecalang terletak pada kedekatan mereka dengan komunitas yang dilayani. Mereka merupakan bagian dari masyarakat setempat yang memahami karakter warga, norma adat, serta dinamika sosial yang berkembang di wilayahnya. Dengan pemahaman tersebut, pendekatan yang dilakukan cenderung lebih persuasif, partisipatif, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Tidak hanya berfungsi sebagai pengaman adat, pecalang juga menjadi simbol hidupnya nilai-nilai budaya Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Filosofi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antarsesama manusia, dan hubungan dengan lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, penolakan terhadap klaim ormas luar yang mengatasnamakan diri sebagai “penjaga Bali” sesungguhnya lebih berkaitan dengan penghormatan terhadap sistem sosial, budaya, dan kelembagaan yang telah lama hidup dan berkembang di Bali. Masyarakat Bali meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan akan lebih efektif diwujudkan melalui penguatan sinergi antara aparat negara, desa adat, pecalang, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penghormatan terhadap kearifan lokal dan sistem yang telah berjalan menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan Bali. Keamanan bukan hanya soal kehadiran kelompok tertentu, tetapi merupakan hasil dari kerja bersama yang dilandasi rasa saling menghormati, kepercayaan, dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis bagi semua.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *