Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Hindari SARA yang Memecah Belah, Ketua PHMB Turah Mangku Ajak Pemimpin Suku Jaga Bali Tetap Harmonis dan Ajeg

admin
11
×

Hindari SARA yang Memecah Belah, Ketua PHMB Turah Mangku Ajak Pemimpin Suku Jaga Bali Tetap Harmonis dan Ajeg

Sebarkan artikel ini
Img 20261004 Wa0094
banner 1000x130

DENPASAR, vonisnews.com – Tokoh Puri Gerenceng Denpasar sekaligus Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB), Anak Agung Ngurah Agung alias Turah Mangku, mengajak seluruh pemimpin suku dan tokoh masyarakat di Bali untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta menjauhkan segala bentuk isu SARA yang berpotensi memecah persaudaraan.

Ajakan tersebut disampaikan Turah Mangku saat menghadiri sekaligus menjadi Ketua Panitia Gelaran Budaya Nusantara yang digelar di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu (4/10/2026).

banner 1000x130

Gelaran Budaya Nusantara tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpimpinan suku dan tokoh masyarakat di Kota Denpasar yang berasal dari berbagai latar belakang.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk tetap menjalin tali silaturahmi antar pimpinan suku atau tokoh masyarakat yang ada di Kota Denpasar, yang jumlahnya mencapai puluhan,” ujar Turah Mangku.

Menurutnya, keberagaman masyarakat merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Karena itu, para pemimpin suku dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan harmonis.

“Selain itu juga mengajak para pimpinan suku atau tokoh masyarakat agar ke depannya ikut menjaga Bali dari unsur SARA,” tegasnya.

Gelaran budaya tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan. Wali Kota Denpasar diwakili Dinas Kebudayaan, Dandim Badung diwakili Danramil 07, serta Kapolresta Denpasar diwakili Kapolsek Denpasar Barat.

Berbagai kesenian daerah juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Tari Pendet, Tari Baris dan Tari Pujawali. Selain pertunjukan seni, masyarakat juga disuguhi hiburan joget dan dangdut serta berbagai stan kuliner yang ikut memeriahkan acara.

Turah Mangku menambahkan, kehadiran para pemimpin suku dan tokoh masyarakat dalam Gelaran Budaya Nusantara bukan sekadar untuk menikmati rangkaian acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat.

“Pesannya adalah mari kita jaga Bali tetap harmonis dan ajeg. Mari hindari dan jauhi yang namanya unsur SARA. Karena unsur SARA sifatnya tidak baik dan sewaktu-waktu bisa memecah belah persaudaraan yang sudah terjaga dengan baik sejak dulu,” katanya.

Ia menegaskan, semangat persatuan harus terus dikedepankan di tengah keberagaman masyarakat. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang rukun tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.

“Kita Bhinneka Tunggal Ika, jangan pernah terjadi SARA. Saatnya saling asah, asih dan asuh tanpa pernah mengenal perbedaan ras, suku, kasta, golongan, status ataupun derajat di masyarakat,” tegas Turah Mangku.

Ia berharap pesan tersebut dapat terus digaungkan oleh para pemimpin suku, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat agar Bali tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi dan keharmonisan.

“Mari jaga Bali yang adi luhung, tetap jaga tali persaudaraan di kalangan umat, di kalangan pemimpin suku maupun tokoh masyarakat,” pungkasnya.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *