SINGARAJA, vonisnews.com – Keluarga Le Grand menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan generasi muda di Bali melalui peluncuran program pelatihan hospitality bagi siswa SMA yang akan segera menyelesaikan pendidikan dari dua panti asuhan di Singaraja, Bali, Minggu (4/10/2026).
Program yang diwakili oleh pengusaha restoran keluarga Le Grand, Michael Le Grand, tersebut dirancang sebagai wadah pembekalan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja bagi pemuda yang memiliki keterbatasan akses terhadap kesempatan pengembangan karier.
Melalui program ini, peserta memperoleh pelatihan komprehensif yang mencakup berbagai aspek operasional restoran. Mereka akan mendapatkan pengalaman langsung di jaringan restoran milik keluarga Le Grand, mulai dari pekerjaan dasar back-of-house, seperti persiapan bahan makanan dan kebersihan, hingga keterampilan front-of-house dengan tanggung jawab lebih tinggi, termasuk posisi Maître d’.
Tak hanya keterampilan teknis, para peserta juga mendapatkan pembekalan bahasa Inggris fungsional serta pemahaman mengenai operasional industri pariwisata dan hospitality di Bali.
“Kami ingin membekali para pemuda ini bukan hanya dengan kemampuan menjalankan pekerjaan, melainkan juga keterampilan profesional yang lengkap dan kemampuan komunikasi untuk membangun karier jangka panjang di industri hospitality,” ujar Michael Le Grand.
Menurut keluarga Le Grand, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelatihan kerja, tetapi juga mentorship dan pengembangan profesional. Peserta diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja serta membangun karier secara berkelanjutan di sektor pariwisata.
Berangkat dari Kepedulian terhadap Bali
Komitmen keluarga Le Grand terhadap kegiatan sosial di Bali disebut berakar dari hubungan emosional yang telah berlangsung cukup panjang dengan Pulau Dewata.
Kepedulian tersebut semakin kuat melalui pengalaman anggota keluarga, Lynley Le Grand, yang merupakan penyintas tragedi Bom Bali 2002.
Keluarga Le Grand juga menyampaikan pengakuan atas berbagai tantangan dan kesalahan yang pernah terjadi dalam perjalanan bisnis mereka. Dari pengalaman tersebut, mereka menyatakan ingin mengarahkan perhatian lebih besar pada kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
“Setiap orang bisa melakukan kesalahan dalam bisnis dan kami mengakui kesalahan yang telah kami lakukan. Fokus kami sekarang sepenuhnya adalah memberikan kembali kepada masyarakat yang telah mendukung kami melalui masa-masa tersulit,” ungkap perwakilan keluarga Le Grand.
Program Ditargetkan Meluas ke Seluruh Bali
Program pelatihan hospitality bersama panti asuhan di Singaraja ini menjadi tahap awal dari rencana pemberdayaan yang lebih luas.
Dalam beberapa tahun ke depan, Le Grand Family Group berencana memperluas program pelatihan vokasional tersebut ke berbagai wilayah di Bali. Langkah itu diharapkan dapat membuka akses lebih besar bagi pemuda yang membutuhkan kesempatan kerja, pelatihan profesional, dan pendampingan untuk memasuki industri pariwisata.
Dengan pendekatan yang menggabungkan pelatihan langsung, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, serta mentorship, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosial jangka pendek, tetapi menjadi salah satu pintu bagi generasi muda Bali untuk membangun masa depan melalui sektor hospitality.
(Budi)
















