Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Kelangkaan BBM di Bali Lumpuhkan Mobilitas, Jurnalis Ayu Afria Menangis Tak Bisa Liputan

admin
14
×

Kelangkaan BBM di Bali Lumpuhkan Mobilitas, Jurnalis Ayu Afria Menangis Tak Bisa Liputan

Sebarkan artikel ini
Img 20261013 Wa0208
banner 1000x130

DENPASAR, vonisnews.com — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yang dilaporkan mencapai ratusan meter hingga lebih dari dua kilometer, turut menghambat pekerjaan jurnalis yang membutuhkan mobilitas tinggi untuk menjalankan tugas peliputan.

Jurnalis IDN Times di Bali, Ayu Afria UE, mengaku tidak dapat menjalankan tugas peliputan pada Selasa (13/10/2026) setelah kesulitan mendapatkan BBM sejak malam sebelumnya. Situasi tersebut membuatnya harus mengubah rencana kerja dan memantau perkembangan berita dari tempat tinggalnya.

banner 1000x130

Ayu mengungkapkan, kesulitan memperoleh BBM tidak hanya terjadi pada Pertalite, tetapi juga Pertamax dan Pertamax Turbo yang biasa digunakannya. Ia bahkan harus berpindah-pindah ke empat SPBU sebelum akhirnya mendapatkan bahan bakar.

“Saya sampai pindah dari empat pom bensin dan itu tidak ada, padahal saya tidak menggunakan Pertalite. Saya menggunakan Pertamax atau Pertamax Turbo,” ujarnya.

Menurut Ayu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang dipantaunya mencapai sekitar 800 meter. Sementara itu, antrean di kawasan Jalan Imam Bonjol diperkirakan membentang lebih dari dua kilometer.

Pengalaman serupa dialaminya ketika mendatangi SPBU di kawasan Teuku Umar Barat. Saat antrean masih berlangsung, petugas menutup layanan dengan alasan Pertamax telah habis. Namun, setelah meninggalkan lokasi selama hampir dua jam, Ayu mendapati SPBU tersebut kembali melayani pengisian BBM.

Setelah mencoba sejumlah lokasi, termasuk kawasan Sunset Road dan dekat bandara, Ayu akhirnya mendapatkan BBM di SPBU dekat McDonald’s Pura Demak.

Kelangkaan BBM tersebut berdampak langsung pada pekerjaan Ayu sebagai jurnalis. Salah satu agenda yang terpaksa dilewatkannya adalah kegiatan pembukaan Pekan Iklim di Prama Sanur.

Upaya mencari transportasi alternatif juga tidak mudah. Layanan ojek daring sulit dipesan, sedangkan pengemudi taksi listrik yang sempat diwawancarainya mengaku kewalahan melayani pesanan.

Kondisi tersebut membuat Ayu memilih memantau perkembangan informasi dari tempat tinggalnya setelah melaporkan kendala yang dihadapi kepada kantor.

Baginya, persoalan BBM bukan sekadar urusan antrean kendaraan, melainkan menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi.

“Permintaan saya simpel saja, jangan persulit masyarakat untuk bisa bergerak. Bagaimanapun, perekonomian masyarakat itu bergerak dari hal-hal yang sepele seperti ini,” katanya.

Ayu juga mempertanyakan ketidakjelasan informasi mengenai penyebab kelangkaan BBM yang, berdasarkan pengamatannya, telah dirasakan dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menilai minimnya informasi kepada masyarakat berpotensi menimbulkan keresahan dan mendorong pembelian berlebihan atau panic buying.

Terpisah, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Bali, Tri Widiyanti, mendesak PT Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi BBM, khususnya Pertalite dan Pertamax, yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Tri menegaskan, BBM merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, serta keberlangsungan industri pariwisata Bali.

“Pertamina harus segera bertindak. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan mengantre berjam-jam, sementara mereka membutuhkan BBM untuk bekerja, mencari nafkah, menjalankan usaha, dan melayani wisatawan. Ini bukan sekadar persoalan distribusi, tetapi menyangkut kepastian pelayanan publik,” tegas Tri.

Ia mempertanyakan ketidaksesuaian antara pernyataan bahwa stok BBM tersedia dan kondisi di lapangan, ketika masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar di sejumlah SPBU.

Menurut Tri, Pertamina perlu menjelaskan secara terbuka kendala distribusi, kebutuhan riil BBM di Bali, serta target waktu pemulihan pasokan agar masyarakat memperoleh kepastian.

“Kalau memang stok tersedia dan persoalannya hanya pada distribusi, lalu di mana letak hambatannya? Apa yang sedang terjadi di jalur distribusi, berapa kebutuhan riil BBM di Bali, dan kapan pasokan kembali normal?” ujarnya.

Tri juga meminta Pertamina memberikan penjelasan resmi mengenai isu penghapusan Pertalite yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, ketidakjelasan informasi di tengah kesulitan memperoleh BBM dapat memperbesar keresahan masyarakat.

Ia mendesak percepatan distribusi Pertalite dan Pertamax, terutama ke wilayah yang mengalami antrean panjang. Pertamina juga diminta menyampaikan informasi secara transparan mengenai penyebab gangguan dan jadwal pemulihan pasokan.

“Jangan tunggu antrean semakin panjang, aktivitas ekonomi terganggu, atau masyarakat kehilangan kepercayaan. Kami mendesak Pertamina segera melakukan langkah konkret dan memastikan distribusi berjalan normal secepatnya,” katanya.

Selain itu, Tri meminta pemerintah daerah dan instansi terkait mengawasi penyaluran BBM agar kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha tidak terabaikan.

Gangguan pasokan BBM di Bali berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pekerja harian, pelaku usaha, distribusi barang, hingga pelayanan kepada wisatawan yang menjadi bagian penting perekonomian daerah.

Kasus yang dialami Ayu Afria menjadi gambaran bagaimana kesulitan memperoleh BBM dapat menghambat pekerjaan yang bergantung pada mobilitas, termasuk tugas jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Masyarakat kini membutuhkan penjelasan yang terbuka mengenai penyebab kelangkaan, langkah penanganan yang terukur, serta kepastian kapan distribusi BBM kembali normal. Pernyataan bahwa stok tersedia perlu disertai informasi yang jelas mengenai penyaluran dan kondisi pasokan di lapangan.

Hingga informasi ini disusun, penjelasan resmi Pertamina mengenai penyebab gangguan dan target pemulihan pasokan belum tercantum dalam bahan pemberitaan ini. Karena itu, klarifikasi dari pihak terkait diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjebak dalam ketidakpastian.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *