DENPASAR, Vonisnews.com – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggelar Workshop Anti Bullying yang menekankan pentingnya pembentukan karakter guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4) ini diikuti oleh 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026. Mengusung tema “Membentuk Guru Berkarakter: Peran Mahasiswa PPG dalam Mencegah dan Menangani Bullying di Sekolah”, workshop ini dirancang untuk membekali calon guru dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menghadapi fenomena perundungan.
Workshop dibuka oleh Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, Ir. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.T., yang hadir mewakili pimpinan lembaga. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan anti-bullying sangat relevan dengan kebijakan pemerintah yang terus menggaungkan gerakan anti-kekerasan di lingkungan pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan bullying harus dimulai sejak dini, terutama dari para calon guru yang akan menjadi garda terdepan di sekolah. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan Kemendikbudristek terkait kewajiban pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), yang kini menjadi bagian penting dalam penilaian Indeks Kinerja Utama (IKU).
“UPMI Bali termasuk salah satu dari ratusan perguruan tinggi di Indonesia yang terpilih menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 bersama Kememdiktisaintek. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi melalui pendekatan berbasis hasil,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I G.B. Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., serta Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum.
Ketua Yayasan menekankan pentingnya pemahaman calon guru terhadap fenomena bullying sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam upaya penanganannya di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Rektor UPMI Bali mengungkapkan bahwa hingga saat ini kampus yang dipimpinnya masih mencatat nihil kasus perundungan. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari konsistensi dalam penguatan nilai-nilai karakter yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana.
“Jika konsep Tri Hita Karana diimplementasikan dengan baik, maka tidak akan ada ruang bagi bullying, baik di sekolah, kampus, maupun di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan dua fasilitator, yakni Dr. I Made Adnyana, S.H., M.H. dan I Made Mahaardhika, S.H., M.Si., yang memberikan materi seputar konsep dasar dan dampak bullying, peran guru dalam pencegahan, strategi penanganan di sekolah, hingga isu cyberbullying.
(Budi)
















