Example floating
Example floating
banner 1000x130
Ekbis

Mahasiswa Polije Ciptakan Olahan Kulit Singkong Bernilai Ekonomis, Dorong Inovasi Circular Industry

admin
22
×

Mahasiswa Polije Ciptakan Olahan Kulit Singkong Bernilai Ekonomis, Dorong Inovasi Circular Industry

Sebarkan artikel ini
Img 20260516 095240
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;
banner 1000x130

JEMBER, Vonisnews.com – Kreativitas mahasiswa Politeknik Negeri Jember kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, sekelompok mahasiswa berhasil menghadirkan inovasi pengolahan limbah kulit singkong menjadi produk mie kering instan dan mie siap saji yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan.

Produk inovatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pameran UMKM dan inovasi mahasiswa di Jember, Jumat (16/5/2026). Inovasi ini lahir sebagai bentuk penerapan konsep circular industry atau pengolahan limbah menjadi produk baru yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

banner 1000x130

Mahasiswa pengembang produk menjelaskan, ide pemanfaatan kulit singkong muncul karena melimpahnya limbah singkong di Kabupaten Jember yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, kulit singkong masih memiliki kandungan serat dan nutrisi yang baik jika diolah dengan benar.

“Kami dari Politeknik Negeri Jember membuat produk olahan dari kulit singkong. Kenapa memilih kulit singkong? Karena ini bagian dari inovasi circular industry. Biasanya kulit singkong hanya dibuang, padahal bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan yang bernilai,” ujar salah satu mahasiswa pengembang produk.

Dalam proses produksinya, mahasiswa menggunakan bagian dalam kulit singkong yang diolah melalui beberapa tahapan khusus agar aman dikonsumsi. Tahap awal dimulai dengan pencucian menggunakan garam dan cuka untuk menetralisasi kandungan asam sianida yang terdapat pada kulit singkong.

Setelah proses pencucian, kulit singkong direndam dengan pergantian air sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Proses tersebut dilakukan guna memastikan kandungan berbahaya benar-benar berkurang sebelum memasuki tahap perebusan.

“Setelah direndam, kulit singkong direbus selama kurang lebih satu jam, kemudian diblender hingga menjadi adonan untuk pembuatan mie,” jelasnya.

Hasil olahan tersebut kemudian diproduksi menjadi dua varian, yakni mie kering instan dan mie siap saji. Saat ini produk masih dipasarkan secara terbatas di lingkungan kampus, komunitas pecinta makanan sehat, media sosial, hingga berbagai event pameran.

Untuk harga jual, mie instan berbahan kulit singkong dipasarkan seharga Rp9.000 per kemasan, sedangkan varian siap saji dijual Rp12.000.

Mahasiswa berharap inovasi tersebut dapat berkembang lebih luas dan diterima masyarakat sebagai alternatif makanan sehat berbahan limbah yang memiliki nilai manfaat tinggi.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa kulit singkong sebenarnya masih bisa diolah menjadi makanan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Dukungan terhadap inovasi mahasiswa Politeknik Negeri Jember tersebut juga datang dari Koordinator MAKI Jatim, Heru Satryo. Ia mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan solusi pengolahan limbah menjadi produk pangan inovatif.

Menurut Heru, langkah selanjutnya yang perlu diperkuat adalah pengembangan pasar serta pengurusan legalitas usaha agar produk dapat berkembang secara profesional dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Inovasi dari adik-adik Politeknik Negeri Jember ini sangat bagus, terutama dalam pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai. Tinggal bagaimana penguatan di sektor pasar dan pengurusan perizinan,” ujar Heru Satryo.

Ia menambahkan, seluruh aspek legalitas dan administrasi perusahaan perlu dilengkapi agar produk dapat masuk ke pasar yang lebih besar dan mendapatkan kepercayaan masyarakat luas.

“Pengurusan perizinan harus dimantapkan dan dilengkapi secara perusahaan sehingga secara perlahan pasar akan terbuka. Kita siap mendukung sepenuhnya inovasi dari adik-adik Politeknik Negeri Jember,” tegasnya.

Inovasi mie berbahan kulit singkong ini menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mampu menghadirkan solusi baru dalam pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis pangan lokal di Kabupaten Jember.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *