Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Bakar Semangat 745 Siswa SPPI, Pangdam IX/Udayana: Kemandirian Ekonomi Rakyat Adalah Wujud Bela Negara Modern

admin
12
×

Bakar Semangat 745 Siswa SPPI, Pangdam IX/Udayana: Kemandirian Ekonomi Rakyat Adalah Wujud Bela Negara Modern

Sebarkan artikel ini
Img 20260703 Wa0253
banner 1000x130

Tabanan, Vonisnews.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, memberikan pembekalan strategis kepada 745 Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelas Lapangan Candradimuka, Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran Pangdam IX/Udayana disambut meriah dengan yel-yel penuh semangat dari ratusan peserta. Suasana nasionalisme begitu terasa dalam kegiatan bertema “Bela Negara Melalui Kemandirian Ekonomi Rakyat dan Pengamalan 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Garda Terdepan NKRI.”

banner 1000x130

Dalam arahannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa konsep bela negara saat ini telah berkembang. Menurutnya, membangun ketahanan ekonomi, pangan, dan maritim merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa.

“Bela negara mencakup upaya nyata membangun kemandirian ekonomi di desa maupun kawasan pesisir. Kehadiran KDKMP dan KNMP menjadi implementasi amanat konstitusi agar ekonomi dikelola secara bersama demi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya tahan bangsa,” tegas Pangdam.

Ia menjelaskan, penguatan ekonomi kerakyatan memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari UUD NRI 1945, khususnya Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 ayat (1), dan Pasal 33, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, hingga Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembangan Koperasi Merah Putih.

Pangdam juga mengajak seluruh siswa SPPI mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan dalam pengelolaan koperasi. Nilai persatuan, keadilan sosial, kepatuhan terhadap konstitusi, menjaga keutuhan NKRI, serta merawat toleransi dalam keberagaman harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Selain itu, Pangdam mengingatkan berbagai ancaman non-militer yang kini dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan media sosial, individualisme, radikalisme, intoleransi, hingga berkembangnya sikap anti-pemerintah. Para kader SPPI diharapkan mampu menjadi agen perubahan, pelurus informasi, sekaligus benteng moral di lingkungan masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional, Kodam IX/Udayana berkomitmen memberikan pendampingan teknis, pengamanan aset, penguatan jaringan pemasaran, hingga membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda di Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Hingga Mei 2026, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai target 100 persen, terdiri dari 38 unit di Bali, 55 unit di NTB, dan 73 unit di NTT.

Untuk program Kampung Nelayan Merah Putih, Pangdam menginstruksikan agar seluruh pihak memprioritaskan peningkatan kedaulatan hasil laut, menjaga harga jual yang adil bagi nelayan tradisional, serta memperkuat pasokan pangan berbasis kelautan guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrindam IX/Udayana, Liaison Officer (LO) Kemhan RI, Asintel Kasdam IX/Udayana, Wadan Rindam, Kabagum, Kabag Jianbang, Dansecaba, Dandodik Bela Negara, Dandodik Kejuruan Rindam IX/Udayana, serta para pendamping siswa SPPI.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *