Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

308 Kader Pemuda Pancasila Jatim Rampungkan Diklat Pratama, Baso Juherman Dorong Regenerasi dan Kesejahteraan Anggota

admin
22
×

308 Kader Pemuda Pancasila Jatim Rampungkan Diklat Pratama, Baso Juherman Dorong Regenerasi dan Kesejahteraan Anggota

Sebarkan artikel ini
Img 20261026 Wa0297
banner 1000x130

MOJOKERTO, vonisnews.com – Sebanyak 308 kader Pemuda Pancasila dari 12 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama Pemuda Pancasila se-Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, tersebut resmi ditutup di Mentari Camp, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (25/10/2026).

Diklat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ideologi Pancasila, membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan kader yang berintegritas dan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.

banner 1000x130

Upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Nusantara, Mentari Camp, dipimpin Ketua Harian Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP., selaku inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Adik Dwi Putranto memberikan apresiasi kepada MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya sebagai penyelenggara kegiatan yang dinilai berhasil menggelar pendidikan kader dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi MPC lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan kader secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.

Menurut Adik, pendidikan kader tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, proses kaderisasi harus mampu membentuk pribadi yang memahami ideologi organisasi, memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Ia menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi bekal peserta, yakni penguatan wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembentukan karakter melalui kepemimpinan dan kedisiplinan, serta pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Yang tidak kalah penting, Pemuda Pancasila harus bermanfaat bagi masyarakat dan orang lain,” tegas Adik.

Ia berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas organisasi.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., M.AP., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Diklat Kader Pratama Pemuda Pancasila Tahun 2026.

Menurut Baso, partisipasi 308 kader dari 12 MPC menunjukkan besarnya antusiasme anggota untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat soliditas organisasi di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, Diklat Pratama Pemuda Pancasila tahun 2026 berjalan sukses. Kami berharap ke depan pendidikan kader ini terus berlanjut ke jenjang berikutnya, yaitu Diklat Kader Madya dan Diklat Kader Utama. Bahkan, kami berharap ke depan dapat menyelenggarakan Diklat Madya,” ujar Baso.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan tersebut harus menjadi pemacu bagi MPC lainnya untuk mengadakan pendidikan serupa, sehingga kaderisasi dapat menjangkau lebih banyak anggota di berbagai kabupaten dan kota.

“Antusiasme 308 peserta dari 12 MPC ini tentu menjadi penyemangat bagi teman-teman MPC lainnya untuk melaksanakan Diklat Pratama. Kita ingin Pemuda Pancasila Jawa Timur semakin solid, jumlah kadernya semakin banyak, dan kualitas sumber daya manusianya semakin meningkat,” ungkapnya.

Baso menegaskan, kaderisasi merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.

Menurutnya, organisasi besar tidak cukup hanya mengandalkan jumlah anggota. Pemuda Pancasila juga membutuhkan kader yang berintegritas, disiplin, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain menyoroti pentingnya kaderisasi, Baso Juherman juga menekankan perlunya mengoptimalkan jaringan Pemuda Pancasila yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, organisasi profesi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga olahraga.

Ia menilai jaringan tersebut merupakan modal sosial yang dapat dikembangkan untuk memperluas kolaborasi, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Pemuda Pancasila saat ini memiliki jaringan yang sangat luas. Ada kalangan pengusaha, berbagai profesi, pelaku UMKM, hingga jaringan olahraga. Semua ini merupakan potensi besar yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Pemuda Pancasila,” jelasnya.

Baso juga menyinggung kiprah sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Pemuda Pancasila dan berperan dalam organisasi strategis di Jawa Timur, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Menurutnya, jaringan lintas profesi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama yang produktif dan memberikan manfaat lebih luas bagi anggota maupun masyarakat.

“Kita melihat ada tokoh-tokoh Pemuda Pancasila yang berkiprah di Kadin, PWI Jawa Timur, hingga KONI Jawa Timur. Ini menjadi jaringan yang sangat kuat. Karena itu, kader-kader kita juga harus dipersiapkan agar kelak mampu melanjutkan kepemimpinan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Jawa Timur,” katanya.

Ia berharap potensi tersebut dapat diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi, kerja sama usaha, peningkatan keterampilan, pengembangan UMKM, dan pembukaan kesempatan kerja.

Baso menegaskan, kaderisasi yang terencana harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas anggota agar organisasi tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga mampu memberikan manfaat konkret dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Baso mengingatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan kader harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Diklat serta penerbitan PIN kaderisasi memerlukan rekomendasi dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN) melalui Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK), sesuai aturan organisasi.

“Tidak ada batasan waktu tertentu kapan kita harus melaksanakan Diklat berikutnya. Semuanya tergantung kesiapan penyelenggara. Tetapi, pelaksanaannya harus mendapatkan rekomendasi dari BPK di tingkat MPN, termasuk penerbitan PIN kaderisasi. Jadi, MPC maupun MPW tidak bisa menyelenggarakan Diklat secara sembarangan,” jelasnya.

Menurut Baso, kepatuhan terhadap mekanisme tersebut penting untuk menjaga kualitas pendidikan, ketertiban administrasi, dan kesinambungan proses kaderisasi di lingkungan Pemuda Pancasila.

Ia kembali menegaskan bahwa pendidikan kader tidak boleh berhenti pada jenjang Pratama, tetapi perlu dilanjutkan ke tingkat Madya dan Utama sesuai kesiapan penyelenggara serta ketentuan yang berlaku.

“Kita harus mempersiapkan kader-kader berikutnya yang kelak akan menggantikan para pemimpin kita di Jawa Timur. Karena itu, pendidikan kader tidak boleh berhenti pada Diklat Pratama, tetapi harus terus berlanjut,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Baso Juherman secara khusus menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran Batalyon Infanteri 15 Marinir yang telah memberikan dukungan instruktur selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan para instruktur berperan penting dalam membangun kedisiplinan, ketahanan mental, kekompakan, kepemimpinan, serta jiwa korsa para peserta.

“Atas nama MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Yonif 15 Marinir beserta seluruh instruktur yang telah memberikan pembinaan, pelatihan kedisiplinan, dan pembentukan karakter kepada para kader selama mengikuti Diklat Pratama,” ujar Baso.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan peserta dalam menjalankan tanggung jawab organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh narasumber yang telah memberikan materi, wawasan, pengalaman, dan motivasi untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kemampuan berorganisasi.

Baso turut mengucapkan terima kasih kepada Badan Pelaksana Kaderisasi, jajaran KOTI Mahatidana, panitia pelaksana, serta semua pihak yang memberikan dukungan moril maupun materiel.

“Keberhasilan kegiatan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan, kerja keras, solidaritas, dan jiwa korsa seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pendidikan dengan penuh kedisiplinan. Ia berharap para peserta yang memenuhi persyaratan dapat dinyatakan lulus sesuai ketentuan yang berlaku dan mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk membesarkan organisasi.

Ketua Pengurus Cabang Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila Kota Surabaya sekaligus Master of Training, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan proses pembentukan sumber daya manusia organisasi yang harus dilakukan secara berkesinambungan.

Ia berharap keberhasilan Diklat Pratama yang diikuti 308 peserta dari 12 MPC dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pelaksanaan pendidikan kader di seluruh wilayah Jawa Timur.

Menurut Nurdin, MPC lainnya perlu didorong untuk menyelenggarakan pendidikan serupa agar proses kaderisasi berlangsung lebih merata dan menjangkau anggota di berbagai kabupaten dan kota.

Ia juga mendorong para peserta yang telah menyelesaikan Diklat Pratama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Madya dan Utama sesuai mekanisme organisasi.

Baginya, kaderisasi tidak cukup hanya menghasilkan sertifikat atau menyelesaikan pemberian materi. Pendidikan harus membawa perubahan nyata dalam sikap, karakter, kedisiplinan, serta kemampuan anggota dalam menjalankan roda organisasi.

Nurdin turut mengapresiasi peserta, panitia, instruktur, dan narasumber yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan hingga penutupan.

Rangkaian penutupan Diklat Kader Pratama Pemuda Pancasila Jawa Timur Tahun 2026 diisi sejumlah prosesi, mulai dari upacara penutupan, pelepasan kartu identitas atau ID card peserta, pembaretan, hingga siraman sakral kepada 12 perwakilan peserta dari masing-masing MPC.

Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya tahapan pendidikan sekaligus penanda dimulainya tanggung jawab baru para kader untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama pelatihan.

Sebanyak 12 MPC yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kota Probolinggo.

Panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang perlombaan yang digelar selama pendidikan, termasuk kontingen dengan jumlah peserta terbanyak dan pemenang lomba yel-yel. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, semangat, kekompakan, dan solidaritas peserta.

Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi Pancasila, Membangun Jiwa Korsa, Mewujudkan Kader yang Disiplin dan Berintegritas”, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader yang tidak hanya memiliki loyalitas terhadap organisasi, tetapi juga berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Keberhasilan Diklat Pratama tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyiapkan regenerasi kepemimpinan, serta mengembangkan jaringan sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Dengan berakhirnya pendidikan, para kader diharapkan membawa semangat kedisiplinan, persaudaraan, dan jiwa korsa ke daerah masing-masing, sekaligus menjadi penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. (Redaksi: Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *