Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

MAKI Jatim Gelar Fiesta 2026 di Banyuwangi, 44 UMKM Dapat Stan Gratis untuk Dongkrak Penjualan

admin
15
×

MAKI Jatim Gelar Fiesta 2026 di Banyuwangi, 44 UMKM Dapat Stan Gratis untuk Dongkrak Penjualan

Sebarkan artikel ini
Img 20261030 Wa0149
banner 1000x130

BANYUWANGI, vonisnews.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menghadirkan pameran budaya dan ekonomi kreatif bertajuk The Biggest Culture of Jatim With UKM/UMKM and Ekraf – Fiesta 2026 di halaman Pancoran Waterpark, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jumat hingga Minggu (30 Oktober–1 November 2026).

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada 44 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Banyuwangi untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka. Menariknya, seluruh peserta mendapatkan fasilitas stan secara gratis dari penyelenggara.

banner 1000x130

Pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus memperingati HUT ke-15 MAKI Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober 2026.

Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival di Banyuwangi merupakan tindak lanjut komunikasi dan arahan Gubernur Jawa Timur agar peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini juga dilaksanakan di wilayah ujung timur provinsi.

Menurut Heru, pemilihan tema The Biggest Culture of Jatim didasarkan pada kekayaan budaya Banyuwangi yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan dilestarikan. Potensi tersebut kemudian dipadukan dengan pemberdayaan UMKM serta pengembangan ekonomi kreatif.

“Ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme dan harmonisasi yang kuat antara pelestarian budaya dengan penguatan perekonomian masyarakat,” ujar Heru.

Pameran ini melibatkan 18 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta satu OPD Pemerintah Kabupaten Jember. Keterlibatan tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan penyelenggaraan pameran MAKI Jawa Timur sebelumnya.

Heru menjelaskan, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Berdasarkan data yang dimiliki MAKI, jumlah pelaku UMKM di Jawa Timur mencapai hampir 8,6 juta. Besarnya potensi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Ia menegaskan, kontribusi MAKI kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui fungsi kontrol dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, baik APBD provinsi, kabupaten/kota maupun APBN. MAKI juga berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin keberadaan lembaga ini tidak hanya dikenal melalui fungsi pengawasan, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk menyemarakkan festival, panitia menghadirkan berbagai kegiatan budaya, edukasi, olahraga, hingga hiburan selama tiga hari.

Pada hari pertama, Jumat (30/10), kegiatan dibuka dengan lomba mewarnai yang diikuti sekitar 250 anak dari jenjang TK dan PAUD. Agenda tersebut juga melibatkan siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 serta dimeriahkan penampilan seni budaya.

Ketua Panitia, Muhammad Jauhari, mengatakan bahwa pada Minggu (1/11) mendatang, panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta mengikuti Jatim Fun Run sejauh lima kilometer.

Sementara itu, pada Sabtu (31/10), festival akan diisi fashion budaya serta Deklarasi Anti-Bullying yang diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PGTK, PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, baik negeri maupun swasta. Sekolah di bawah naungan Kementerian Agama juga turut dilibatkan.

Heru menyebut deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda penting sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan perundungan yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan.

Tidak hanya kegiatan edukasi dan budaya, festival juga menghadirkan sejumlah penampil untuk menghibur pengunjung. Guntur dan Dini Kurnia dijadwalkan tampil pada Jumat (30/10), dilanjutkan Wandra bersama orkestra pada Sabtu (31/10). Sedangkan Lala Widy akan mengisi panggung hiburan pada Minggu (1/11) sekaligus memeriahkan penutupan festival.

Owner Pancoran Group selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Waterpark Pancoran Rogojampi sebagai lokasi penyelenggaraan.

Pihaknya mengaku bangga dapat menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan yang mengangkat kebudayaan, UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif. Pancoran Group berharap seluruh rangkaian acara berlangsung lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat.

Heru Satriyo berharap festival tersebut mampu menarik kunjungan masyarakat dalam jumlah besar sehingga 44 pelaku UMKM yang terlibat tidak hanya memperoleh kesempatan memajang produk, tetapi juga merasakan peningkatan penjualan.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Tidak sekadar menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang promosi dan kesempatan untuk meningkatkan penjualan,” tegasnya.

MAKI Jawa Timur pun mengajak masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya untuk datang bersama keluarga maupun teman-teman dan meramaikan Fiesta 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan serta akses masuk area pameran dapat dinikmati secara gratis. Melalui festival ini, MAKI Jatim berharap budaya lokal semakin dikenal, ekonomi kreatif semakin berkembang, dan UMKM Banyuwangi memperoleh peluang pasar yang lebih luas.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *