Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Mesaba Fest 2025, Ikhtiar Menjaga Bumi dan Merawat Peradaban Melalui Revitalisasi Subak Pakerisan

admin
35
×

Mesaba Fest 2025, Ikhtiar Menjaga Bumi dan Merawat Peradaban Melalui Revitalisasi Subak Pakerisan

Sebarkan artikel ini
Img 20251218 Wa0013
banner 1000x130

Gianyar, Vonisnews.com – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Kementerian Kebudayaan menggelar event budaya Puja Tirtha Buana: Mesaba Fest 2025 sebagai puncak kegiatan Revitalisasi Sistem Pengetahuan Subak di Lanskap Subak Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, Rabu (17/12/2025).

Puncak kegiatan dipusatkan di Jaba Pura Belahan Alas Harum, Desa Adat Basangambu, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring. Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman bibit pohon tarumenyan dan sukun di mata air Yeh Cenik sebagai simbol penanaman jejak peradaban masa depan yang berakar kuat pada nilai kearifan lokal.

banner 1000x130

Penanaman pohon tersebut mengandung filosofi mendalam. Akar pohon dimaknai sebagai pengingat hubungan manusia dengan ibu pertiwi. Pohon tarumenyan merepresentasikan kearifan masyarakat Desa Trunyan yang memanfaatkan pohon tersebut untuk menyerap bau tak sedap, sementara pohon sukun melambangkan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Selain buahnya yang kaya karbohidrat dan vitamin, pohon sukun juga memiliki kemampuan menjaga ketersediaan air.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, Kuswanto, menyampaikan bahwa Mesaba Fest 2025 menjadi media diseminasi hasil revitalisasi sistem pengetahuan subak yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

“Mesaba Fest 2025 menjadi media diseminasi hasil revitalisasi pengetahuan subak yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat pelestarian tradisi dan budaya Bali, khususnya lanskap Subak DAS Pakerisan sebagai kawasan strategis sekaligus warisan budaya bernilai tinggi,” ujar Kuswanto.

Ia menambahkan, keberlanjutan sistem pengetahuan subak sebagai warisan budaya hidup perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Mesaba Fest 2025 dikemas secara komprehensif melalui rangkaian ritual, prosesi adat, serta pagelaran seni budaya yang melibatkan masyarakat subak dan desa adat di wilayah DAS Pakerisan. Kegiatan diawali pada Selasa (16/12/2025) dengan prosesi nunas tirtha di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, serta di Candi Tebing Gunung Kawi, Desa Tampaksiring. Tirtha dan benih pohon kemudian diinapkan di Pura Mengening, Desa Tampaksiring.

Pada Rabu (17/12/2025), penanaman benih pohon dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah subak, yakni Subak Basangambu, Subak Gede Pulagan-Kumba, Subak Kulub Atas, dan Subak Kulub Bawah-Kesah. Prosesi dilanjutkan dengan iring-iringan tirtha dan benih dari Pura Mengening menuju Desa Adat Basangambu, diiringi presentasi seni serta pagelaran budaya.

Puncak acara ditandai dengan penanaman benih di mata air Desa Adat Basangambu sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan komitmen menjaga keberlanjutan sistem subak.

Mesaba Fest 2025 secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Gianyar, I Ketut Mudana. Dalam sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan Mudana, ditegaskan bahwa subak tidak hanya berfungsi sebagai sistem irigasi pertanian, tetapi juga sebagai sistem pengetahuan tradisional yang memadukan aspek spiritual, sosial, dan ekologis, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana.

Pemerintah Kabupaten Gianyar menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, lembaga kebudayaan, dan masyarakat adat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya subak di lanskap DAS Pakerisan. Mesaba Fest 2025 dinilai sebagai pengingat kolektif bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga pengembang agar kembali menempatkan alam sebagai pusat perencanaan pembangunan.

“Pelestarian tidak cukup dengan seremoni. Harus ada langkah konkret melalui sinergi antara Balai Pelestarian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Gianyar,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa penguatan desa adat berbasis nilai kearifan lokal menjadi salah satu misi utama Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menjaga keberlanjutan alam dan budaya Bali.

(Budi)

banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *