Example floating
Example floating
banner 1000x130
Polri

Personel Kodim 1613/Sumba Barat Turun Redam Ketegangan Massa di Mapolres

admin
4
×

Personel Kodim 1613/Sumba Barat Turun Redam Ketegangan Massa di Mapolres

Sebarkan artikel ini
Img 20260916 Wa0111
banner 1000x130

SUMBA BARAT, vonisnews.com – Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak membantu Polres Sumba Barat mengamankan situasi dan meredam ketegangan massa setelah terjadi aksi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/9/2026).

Pengerahan personel TNI dilakukan atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah situasi berkembang lebih luas.

banner 1000x130

Puluhan personel TNI diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat. Selain pengamanan, personel juga melakukan pendekatan persuasif kepada warga serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

Pendekatan yang dilakukan mengedepankan langkah persuasif, terukur dan humanis dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas. Komunikasi terus dibangun agar permasalahan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Ketegangan bermula dari meninggalnya seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, setelah sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa penindakan berlangsung pada Selasa pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk, yang bersangkutan disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melakukan perlawanan sebelum melarikan diri ke arah belakang rumah.

Petugas kemudian melakukan pengejaran dan memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas selanjutnya melakukan tindakan untuk melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki.

Dalam proses tersebut, akibat pergerakan yang bersangkutan ketika berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia.

Pada sore harinya, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas Mapolres. Massa juga menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Upaya pendekatan dilakukan kepala desa, tokoh masyarakat dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas hingga terjadi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat.

Menyikapi perkembangan tersebut, Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan dan menjaga situasi tetap terkendali.

Hingga saat ini, personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi bersama unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya masih melakukan pengamanan serta pemantauan perkembangan situasi, terutama di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.

Sementara itu, jenazah Sdr. Marsel telah dikawal personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan keterlibatan Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi merupakan bentuk sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.

Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahannya terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi serta menahan diri.

Penyelesaian setiap permasalahan juga diharapkan ditempuh melalui mekanisme yang berlaku sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *