Batang, Vonisnews.com – Dalam rangka menjaga kondusivitas selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang meningkatkan pengawasan keamanan melalui razia mendadak dan pemeriksaan instalasi listrik di kamar hunian warga binaan, Rabu malam (25/02/2026).
Langkah ini merupakan implementasi Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, sekaligus tindak lanjut dari Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-06.OT.02.02 Tahun 2026 terkait peningkatan kewaspadaan selama periode Ramadhan dan Lebaran.
Kegiatan sidak dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Batang, Cendy, bersama jajaran pejabat struktural, staf KPLP, serta petugas keamanan dan ketertiban (Kamtib).
Adapun area yang menjadi sasaran razia meliputi:
Wisma Bougenville Kamar 5 dan 6
Wisma Dahlia Kamar 8 dan 12
Wisma Edelweiss Kamar 12 dan 13
Selain penggeledahan barang, petugas juga melakukan pemeriksaan instalasi listrik guna memastikan tidak terdapat sambungan ilegal yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami berkomitmen menjaga kekhusyukan ibadah warga binaan selama bulan suci. Sterilisasi barang terlarang dan pengecekan jalur kelistrikan menjadi prioritas utama untuk meminimalisir risiko gangguan keamanan,” ujar Cendy.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan barang berbahaya seperti narkoba, senjata tajam, maupun telepon genggam. Namun demikian, sejumlah barang terlarang berhasil diamankan, antara lain:
4 set kartu remi buatan
7 buah korek api gas
3 buah alat cukur
Beberapa benda lain seperti sendok, tali, kaca, dan baterai
Seluruh barang tersebut telah diinventarisasi dan didata oleh petugas untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan razia dan pemeriksaan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan keamanan. Upaya preventif ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Batang dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung kelancaran program pembinaan warga binaan selama Ramadhan.
Dengan pengawasan yang diperketat, diharapkan situasi di dalam lapas tetap kondusif, sehingga warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan seluruh kegiatan pembinaan berlangsung secara optimal.
(Redaksi: Devi)
















