BALI, Vonisnews.com – Terobosan besar dalam pengelolaan sampah dan energi bersih segera diwujudkan di Provinsi Bali. Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan dipastikan akan segera dimulai sebagai solusi jangka panjang atas persoalan sampah sekaligus penyediaan energi berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 21 April 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, pihak Danantara Indonesia, serta operator PSEL yang telah ditunjuk.
Kesepakatan strategis ini juga disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Dalam Negeri, Direktur Utama PT PLN (Persero), serta Wakil Direktur Utama Pelindo, menandakan kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap proyek ini.
Pembangunan PSEL dijadwalkan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 8 Juli 2026, bertepatan dengan hari baik menurut kearifan lokal Bali. Proses konstruksi diperkirakan berlangsung selama 15 bulan, dengan target rampung pada Oktober 2027 dan mulai beroperasi penuh pada Desember 2027.
Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah minimal 1.200 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 ton berasal dari Kota Denpasar dan 500 ton dari Kabupaten Badung. Kapasitas ini diharapkan mampu secara signifikan mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di Bali.
PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga akan menghasilkan energi listrik ramah lingkungan. Energi yang dihasilkan nantinya akan dibeli langsung oleh PT PLN (Persero) sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih nasional.
Namun demikian, keberhasilan operasional PSEL sangat bergantung pada kedisiplinan dalam pemilahan sampah. Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat wajib memilah sampah sejak dari sumber agar proses pengolahan berjalan optimal dan efisien, serta menghasilkan energi secara maksimal.
Proyek ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan berkelanjutan. Selain mengatasi persoalan lingkungan, PSEL juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan teknologi hijau serta pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta, pembangunan PSEL diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Tanah Air.
(Budi)
















