Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur Siap Diluncurkan, Jadi Rumah Besar Pelaku Industri Kreatif dan Mitra Pembangunan Daerah

admin
11
×

Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur Siap Diluncurkan, Jadi Rumah Besar Pelaku Industri Kreatif dan Mitra Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Img 20260531 Wa0038
banner 1000x130

SURABAYA, Vonisnews.com – Berkembangnya industri kreatif di Jawa Timur menjadi momentum penting lahirnya sebuah wadah besar yang mampu menaungi berbagai sektor usaha kreatif. Berangkat dari semangat tersebut, Heru MAKI menggagas pembentukan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur sebagai rumah besar bagi para pelaku ekonomi kreatif yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian dan dukungan maksimal dari para pengambil kebijakan.

Inspirasi pembentukan organisasi ini salah satunya muncul dari semakin meningkatnya aktivitas industri perfilman di Jawa Timur. Persis satu bulan lalu, Kota Surabaya menjadi lokasi syuting film horor berjudul Zona Merah yang dibintangi oleh Luna Maya dan Lukman Sardi. Kehadiran produksi film berskala nasional tersebut menunjukkan bahwa Surabaya memiliki potensi besar sebagai destinasi industri kreatif dan perfilman Indonesia.

banner 1000x130

Img 20260531 Wa0037

Selain itu, kiprah sutradara kenamaan Bambang Driasmono yang telah menghasilkan puluhan film layar lebar bergenre horor hingga menembus pasar internasional di Malaysia turut menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki sumber daya kreatif yang layak mendapatkan dukungan lebih luas.

Menurut Heru MAKI, sudah saatnya Jawa Timur memiliki sebuah wadah yang mampu menyatukan seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif dalam satu rumah besar yang kuat, solid, dan memiliki daya tawar dalam mendorong kemajuan sektor kreatif di daerah.

“Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur nantinya akan menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha kreatif mulai dari sutradara, produser film, production house, event organizer, vendor sound system, lighting, pengelola tempat hiburan, hingga berbagai profesi pendukung lainnya,” ujar Heru.

Tak hanya itu, organisasi ini juga akan merangkul pelaku usaha wedding organizer, fotografer, videografer, pelukis, musisi, pekerja seni, hingga berbagai sektor kreatif lainnya yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif Jawa Timur.

Heru menjelaskan bahwa salah satu alasan utama dibentuknya organisasi tersebut adalah masih minimnya perhatian dan atensi terhadap para pelaku usaha ekonomi kreatif. Padahal sektor ini memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Dalam berbagai kegiatan ekonomi kreatif, banyak tenaga kerja yang terserap baik secara tetap maupun insidental. Sebagai contoh dalam industri wedding organizer, terdapat berbagai profesi yang terlibat seperti waiter dan waitress, koki, dekorator, fotografer, musisi pengiring, petugas kebersihan, hingga perias.

Begitu pula dalam industri perfilman yang membutuhkan banyak tenaga kerja dengan beragam keahlian mulai dari kru produksi, teknisi, artistik, hingga tenaga pendukung lainnya.

“Pelaku ekonomi kreatif selama ini sering berjalan sendiri tanpa adanya dukungan yang memadai dari pemerintah. Karena itu diperlukan sebuah wadah yang mampu menjadi jembatan komunikasi dan perjuangan bersama,” tegasnya.

Keberadaan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur nantinya tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Organisasi ini juga akan fokus pada pendampingan usaha, perlindungan hukum bagi pelaku ekonomi kreatif, serta perlindungan tenaga kerja yang terlibat dalam berbagai kegiatan industri kreatif.

Lebih jauh, Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi nyata sektor kreatif yang semakin berkembang dan berdaya saing.

Dukungan terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif juga terlihat dari langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menggagas penambahan nomenklatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Timur. Penambahan frasa “ekonomi kreatif” tersebut dinilai sebagai momentum kebangkitan bagi para pelaku usaha kreatif di Jawa Timur.

Dalam waktu dekat, organisasi Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur direncanakan akan segera diluncurkan secara resmi sebagai wadah bersama yang mampu memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, masyarakat, dan pemerintah.

“Niat baik yang lahir dari kepedulian terhadap minimnya perlindungan dan dukungan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk kemudian bersatu dalam Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur, Insya Allah akan disambut baik untuk bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan Provinsi Jawa Timur,” pungkas Heru MAKI.

(Redaksi: Devi)

 

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *