Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jadikan Sila Ketiga Momen Pemersatu Bangsa di Era Modern

admin
19
×

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jadikan Sila Ketiga Momen Pemersatu Bangsa di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Img 20260601 Wa0146
banner 1000x130

 

 

banner 1000x130

 

Anggota Komisi IX DPR RI Perwakilan Bali, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes

BALI, Vonisnews.com – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung semboyan “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Anggota Komisi IX DPR RI Perwakilan Bali, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes, menilai tema tersebut memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat modern saat ini.

“Semboyan ini sangat begitu memiliki makna dan nilai di tengah kehidupan masyarakat modern di masa sekarang ini,” ujar srikandi asal Kabupaten Buleleng tersebut, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan juga momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Di tengah perbedaan pandangan politik, identitas keagamaan, hingga preferensi budaya dan seni, masyarakat kerap dihadapkan pada situasi yang berpotensi memicu perdebatan dan konflik.

Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, kembali diuji. Pertanyaannya adalah sejauh mana masyarakat mampu menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.

“Apakah perbedaan tersebut nantinya selalu bisa dipersatukan untuk menjadi satu kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Sejauh mana nilai persatuannya sesuai makna yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika masih menjadi kompas bagi generasi yang lahir, tumbuh, dan berinteraksi di era modern sekarang ini,” ungkap Tutik.

Ia menjelaskan bahwa sila ketiga Pancasila menegaskan adanya kesepakatan seluruh elemen bangsa untuk hidup bersama dalam keberagaman demi mewujudkan cita-cita nasional. Persatuan Indonesia, lanjutnya, bukan berarti menyeragamkan identitas, melainkan kemampuan untuk merawat kebersamaan serta menghormati perbedaan yang ada.

“Persatuan bukan dimaknai sebagai upaya menyeragamkan identitas, melainkan sebagai kemampuan untuk merawat kebersamaan di tengah perbedaan di era modern sekarang ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tutik mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat rasa saling menghargai, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai asah, asih, dan asuh sebagai fondasi dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, berbagai perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa.

“Saatnya saling bersatu tanpa mengenal adanya perbedaan yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan perpecahan. Saatnya saling bersatu dan bersaudara, karena kita adalah satu kesatuan sesuai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *