TANJUNG PERAK, Vonisnews.com – Aksi pemerasan dan pengancaman terhadap seorang sopir truk di kawasan Jalan Perak Barat, Surabaya, yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung pada penangkapan pelaku oleh jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Terduga pelaku berinisial S, warga Semampir, Surabaya, berhasil diamankan petugas pada Minggu (31/5) setelah video aksinya yang meresahkan masyarakat beredar luas di berbagai platform media sosial.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M. Prasetyo, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai video dugaan pemerasan yang viral. Menindaklanjuti hal tersebut, Patroli Siber Unit Reaksi Cepat Satreskrim segera melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami sudah mengamankan terduga pelaku. Saat ini masih dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan. Hasil penyidikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar AKP Prasetyo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5) di Jalan Perak Barat, Surabaya. Korban berinisial AI, seorang sopir truk asal Lombok, saat itu sedang menunggu giliran masuk kapal di kawasan pelabuhan.
Saat berada di lokasi, korban didatangi oleh pelaku yang meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli arak. Namun permintaan tersebut ditolak oleh korban.
Diduga karena kesal atas penolakan itu, pelaku kemudian melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap korban. Aksi tersebut sempat direkam dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga memicu perhatian publik serta desakan agar aparat segera bertindak.
Berbekal rekaman video yang beredar dan hasil penyelidikan lapangan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Tim Satreskrim kemudian bergerak cepat melakukan penangkapan di kediaman pelaku pada Minggu siang.
Saat penggerebekan berlangsung, S ditemukan berada di dalam kamarnya dan masih mengenakan kemeja yang sama seperti yang terlihat dalam video viral tersebut, sehingga semakin menguatkan dugaan keterlibatannya dalam aksi pemerasan tersebut.
“Kami bergerak cepat setelah mendapatkan informasi. Terduga pelaku sudah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” tambah AKP Prasetyo.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menggali motif pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya tindakan serupa yang pernah dilakukan terhadap sopir maupun pengguna jalan lainnya di kawasan pelabuhan.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan respons cepat aparat kepolisian dalam menindak aksi premanisme yang meresahkan. Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pelabuhan serta menindak tegas setiap bentuk pemerasan maupun intimidasi terhadap masyarakat.
(Redaksi: Devi)
















