MEDAN / DELI SERDANG – Sebanyak puluhan pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit (RS) Murni Teguh, Jalan Ismail Harun, Deli Serdang, hingga saat ini masih menanti kejelasan nasib mereka. Pihak kontraktor, PT Boeing, dinilai lalai dan belum memberikan kepastian terkait pembayaran gaji serta hak-hak para pekerja.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam karena puluhan pekerja tersebut terlunta-lunta tanpa kepastian finansial di lokasi proyek. Atas kondisi tersebut, para pekerja mendesak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan pihak pemerintah setempat untuk segera turun tangan serta memberikan perhatian serius guna menyelesaikan persoalan ini.
Salah satu perwakilan pemborong, Ibu Rita, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap manajemen PT Boeing yang dinilai terkesan mengulur-ulur waktu dan belum memberikan kepastian terkait penyelesaian pembayaran hak para pekerja.
“Kami meminta dengan tegas agar gaji seluruh pekerja segera dilunasi. Selain gaji, kami juga menuntut biaya perjalanan balik (ongkos pulang) ke Pulau Jawa segera dibayarkan. Kami sudah menyelesaikan pekerjaan kami, namun sampai hari ini belum ada kepastian kapan hak kami akan diberikan,” tegas Ibu Rita bersama Chandra, Acep, Andi, dan Hari.
Adapun total tuntutan gaji para pekerja yang belum dibayarkan mencapai Rp421.850.000.
Para pekerja berharap dengan keterlibatan Disnaker dan adanya perhatian publik, PT Boeing dapat segera memenuhi kewajibannya secara penuh sehingga para pekerja bisa mendapatkan haknya dan kembali ke kampung halaman dengan tenang.
Hingga sore ini, para pekerja masih menunggu penyelesaian pembayaran. Mereka menyatakan akan tetap bertahan hingga esok hari apabila hak-hak mereka belum juga dibayarkan oleh pihak manajemen. (Spt)
















