MEDAN — Ridho Al Najar menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Medan. Pencalonan tersebut membawa semangat “Berdampak dan Berikhtiar” sebagai gagasan untuk mendorong KAHMI Medan agar semakin hadir, produktif, dan memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi alumni, kader HMI, umat, serta masyarakat.
Ridho Al Najar merupakan alumni yang berasal dari Komisariat Tarbiyah, yang memiliki akar kuat dalam tradisi intelektual dan pengembangan sumber daya manusia. Basis Tarbiyah juga memiliki keterkaitan erat dengan salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa terbesar di UIN Sumatera Utara. Latar belakang tersebut menjadi modal sosial dan intelektual bagi Ridho untuk membawa semangat pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan ke dalam kepemimpinan KAHMI Medan.
Gagasan “Berdampak dan Berikhtiar” tidak sekadar menjadi slogan pencalonan, tetapi diarahkan sebagai semangat untuk membangun KAHMI Medan yang mampu memberikan manfaat nyata. KAHMI diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas alumni, membuka ruang kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi bagi pembangunan Kota Medan.
Ridho menilai KAHMI Medan memiliki potensi besar karena dihimpun oleh alumni HMI dari berbagai latar belakang profesi, keilmuan, dan pengalaman. Potensi tersebut perlu dikonsolidasikan melalui kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan mampu merangkul seluruh elemen alumni.
“Berdampak dan berikhtiar adalah semangat yang ingin kami bawa. KAHMI harus menjadi rumah besar alumni yang mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kontribusi nyata. Ikhtiar kita adalah membangun kebersamaan, memperkuat jaringan, serta menjadikan potensi alumni sebagai kekuatan untuk memberikan dampak bagi masyarakat,” demikian semangat yang diusung Ridho.
Pencalonan Ridho Al Najar juga menjadi bagian dari dinamika regenerasi kepemimpinan di tubuh KAHMI Medan. Dengan latar belakang dari Komisariat Tarbiyah, ia membawa perspektif generasi alumni yang dekat dengan dunia pendidikan, kaderisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta dinamika kehidupan mahasiswa.
Ke depan, Ridho menawarkan pentingnya memperkuat tiga hal utama, yakni konsolidasi alumni, kolaborasi lintas profesi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting agar KAHMI Medan semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Musyawarah Daerah KAHMI Medan diharapkan menjadi momentum demokratis untuk memilih kepemimpinan terbaik sekaligus merumuskan arah gerakan KAHMI Medan ke depan. Bagi Ridho Al Najar, kontestasi bukan semata-mata persoalan memenangkan posisi, tetapi merupakan ruang untuk menyampaikan gagasan dan melakukan ikhtiar terbaik bagi kemajuan organisasi.
Dengan semangat “Berdampak dan Berikhtiar”, Ridho Al Najar menyatakan siap berproses, bersilaturahmi, dan membangun komunikasi dengan seluruh elemen alumni HMI di Kota Medan.
Informasi dari panitia Pelaksana bahwa Musda akan digelar pada tanggal 19-20 September 2026 di Kota Medan. (Spt)
















