Ngawi, Vonisnews.com – Dalam semangat kebersamaan dan komitmen menjaga ketertiban masyarakat, Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri kegiatan Deklarasi Damai Paguyuban Pencak Silat bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Mapolsek Ngawi Kota, pada 10 Juni 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian menyambut bulan Muharram atau Suran, termasuk puncak acara Suran Agung, yang menjadi momen penting bagi para pendekar dan pegiat budaya pencak silat.
Deklarasi damai ini menjadi ruang dialog dan kesepahaman antar-perguruan silat yang tergabung dalam paguyuban. Tujuannya adalah memperkuat komitmen menjaga kedamaian, menghindari gesekan antaranggota, dan mengedepankan persaudaraan serta pelestarian budaya warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Kapolres Ngawi menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, khususnya pada momen Suran dan Suran Agung yang kerap melibatkan banyak massa dari berbagai latar belakang.
“Pencak silat bukan hanya olahraga atau bela diri, tapi juga warisan budaya luhur bangsa yang mengajarkan nilai-nilai hormat, sabar, dan persaudaraan. Oleh karena itu, momentum Suran ini harus menjadi ajang memperkuat silaturahmi, bukan konfrontasi,” ujar AKBP Charles.
Kapolres Ngawi juga mengapresiasi sikap terbuka dan komitmen dari seluruh perwakilan paguyuban pencak silat yang hadir. Ia menyebut kegiatan seperti ini sebagai langkah strategis dalam membangun suasana kondusif di wilayah hukum Polres Ngawi.
“Kami dari kepolisian siap menjadi jembatan komunikasi dan fasilitator damai, serta terus berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen, agar budaya kita tetap lestari dalam suasana aman dan tertib,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Ngawi, Danramil Ngawi, para tokoh perguruan silat, tokoh agama, dan pemuda lintas organisasi. Semua pihak menyuarakan semangat yang sama: menolak kekerasan, menjunjung nilai-nilai luhur pencak silat, dan mendukung suasana damai dalam menyambut Suran.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan komitmen bersama antarperwakilan perguruan, disaksikan Forkopimcam dan para tamu undangan. Komitmen tersebut mencakup larangan melakukan aksi konvoi, menghindari provokasi, dan menjaga nama baik masing-masing perguruan.
Dengan adanya deklarasi damai ini, diharapkan peringatan Suran dan Suran Agung di Kabupaten Ngawi dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan menjadi momentum memperkuat ikatan kebangsaan melalui jalur budaya.(Devi)
















