Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Audiensi Hangat FSMI dan Wali Kota Surabaya Hasilkan Kesepakatan Penataan Parkir Toko Modern

najibpabean
106
×

Audiensi Hangat FSMI dan Wali Kota Surabaya Hasilkan Kesepakatan Penataan Parkir Toko Modern

Sebarkan artikel ini
Img 20250614 Wa0108
banner 1000x130

Surabaya, Vonisnews.com – 13 Juni 2025  Suasana akrab dan penuh solusi menyelimuti audiensi antara Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST., MT., dan perwakilan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI), yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Walikota Mustajab No. 59, Kecamatan Genteng. Pertemuan yang digelar mulai pukul 18.30 hingga 20.40 WIB ini membahas penertiban dan penataan lahan parkir toko modern di Kota Surabaya.

Hadir dalam audiensi tersebut sekitar 30 tokoh yang tergabung dalam FSMI serta elemen masyarakat Madura lainnya, dipimpin oleh H. Rasyid selaku Ketua FSMI dan Ketua Ikatan Persatuan Putra Madura (IPPAMA) Surabaya.

banner 1000x130

Turut mendampingi Wali Kota sejumlah pejabat penting seperti Pj. Sekda Kota Surabaya Rahmad Basari, SE., MM., CGCAE., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkota Surabaya Muhamad Fikser, AP., MM., serta unsur TNI/Polri untuk menjamin keamanan kegiatan.

Kegiatan diawali dengan ramah tamah yang mencairkan suasana. Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa kebijakan penataan parkir bukan untuk menyudutkan kelompok tertentu, melainkan demi menciptakan ketertiban kota, kenyamanan publik, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita ingin Surabaya menjadi kota yang nyaman dan tertib. Penataan parkir ini bukan hanya untuk pemasukan daerah, tetapi juga demi kesejahteraan para juru parkir. Toko modern harus tunduk pada aturan, dan juru parkir harus memberikan rasa aman,” ujar Eri.

Ia menjelaskan bahwa toko modern dapat tetap menawarkan layanan parkir gratis, namun jika menggunakan juru parkir, maka harus dari paguyuban resmi yang terdaftar.

Ketua Paguyuban Juru Parkir Kota Surabaya, H. Izul, menyambut baik ajakan dialog ini. Ia menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung sistem pengelolaan parkir yang profesional dan terintegrasi, guna menekan risiko kehilangan kendaraan dan mendongkrak PAD.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, SE., SH., juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah, meski sempat menyoroti adanya narasi negatif terhadap komunitas Madura yang beredar di media sosial. Ia berharap ke depan narasi-narasi tersebut lebih berhati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman.

“Kami mendukung program pemerintah, tapi mohon agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antar kelompok,” ucapnya.

Dari audiensi tersebut, dicapai beberapa kesepakatan penting, yaitu:

1. Pemkot Surabaya tetap melanjutkan penataan dan penertiban lahan parkir toko modern dan restoran.

2. Pengelola parkir mendukung langkah ini demi kesejahteraan juru parkir dan peningkatan PAD.

3. Pemkot akan menerapkan sistem parkir pascabayar atau prabayar secara menyeluruh.

4. Pengusaha toko modern akan dikumpulkan untuk sosialisasi sistem baru; yang tidak patuh akan dikenai sanksi tegas, termasuk penyegelan.

Berkat dialog yang terbuka dan saling menghargai, FSMI memutuskan membatalkan aksi unjuk rasa yang semula direncanakan pada 16 Juni 2025 di Balai Kota Surabaya. Keputusan ini disampaikan oleh Baihaki Akbar sebagai bentuk apresiasi terhadap respons cepat dan terbuka Pemkot Surabaya.

Audiensi selama dua jam lebih ini menjadi contoh nyata bagaimana dialog yang sehat dan partisipatif mampu menjadi solusi atas potensi konflik. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini terus berlanjut demi terwujudnya Surabaya yang lebih inklusif, tertib, dan sejahtera.(Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *