Denpasar Bali, Vonisnews.com – Fenomena melonjaknya pendaftar di jalur Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA/SMK negeri di Provinsi Bali kembali terjadi pada hari terakhir pendaftaran. Kondisi ini, yang sudah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir, memberi tekanan signifikan terhadap eksistensi dan keberlanjutan sekolah-sekolah swasta di Bali.
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali, Gede Ngurah Ambara Putra, menyuarakan pentingnya membangun sinergi yang setara dan inklusif antara sekolah negeri dan swasta, dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, terutama Dinas Pendidikan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap sekolah negeri tidak lepas dari harapan akan keadilan dalam pembiayaan pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa pendidikan di Bali seharusnya dilihat sebagai satu ekosistem yang menyeluruh, di mana sekolah swasta juga memiliki peran strategis yang tak kalah penting dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas.
“Jangan hanya fokus pada sekolah negeri. Sekolah swasta di Bali juga siap menjadi solusi dan mitra sejajar dalam mencetak generasi muda unggul,” tegas Ngurah Ambara.
Ia menambahkan bahwa sekolah swasta menyumbangkan keragaman dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar yang sering kali lebih sesuai dengan karakteristik unik peserta didik. Oleh karena itu, menurutnya, Dinas Pendidikan perlu mempromosikan sekolah negeri dan swasta secara seimbang kepada masyarakat.
BMPS juga mengingatkan agar sekolah negeri tidak memaksakan penambahan kuota siswa yang dapat berisiko menurunkan kualitas pendidikan dan secara tidak langsung mengancam keberlanjutan sekolah swasta.
Lebih lanjut, BMPS Bali menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan pembiayaan pendidikan secara merata, tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta, terutama yang berstatus semi-mandiri atau masih membutuhkan dukungan subsidi.
“Dengan subsidi yang lebih adil, sekolah swasta bisa terus berkembang, meningkatkan kualitas, dan bersinergi dengan sekolah negeri dalam membangun pendidikan yang kuat dan inklusif di Bali,” jelasnya.
Ngurah Ambara juga mengajak semua pihak untuk mengakhiri dikotomi antara sekolah negeri dan swasta. Ia menekankan bahwa tujuan utama dunia pendidikan adalah membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, tanpa membedakan asal sekolah mereka.
“Kolaborasi adalah kuncinya. Kita harus memastikan setiap anak mendapatkan akses ke pendidikan terbaik, apakah itu negeri atau swasta,” pungkasnya.(Budi)
















