Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Evaluasi Tapera: HMI Cabang Sampang Prihatin Demi Kepentingan Buruh dan Pengusaha

admin
218
×

Evaluasi Tapera: HMI Cabang Sampang Prihatin Demi Kepentingan Buruh dan Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Img 20240610 Wa0005
banner 1000x130

Sampang, Vonisnews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampang melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), Moh. Agus Efendi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan yang bertujuan menyediakan perumahan bagi buruh dan karyawan swasta ini mendapat banyak penolakan, terutama dari pengusaha dan buruh.

banner 1000x130

Hal ini disampaikan Agus Efendi pada Senin (10/6/24).Agus Efendi mengungkapkan, penolakan ini mengindikasikan adanya tahapan yang terlewat dalam proses pembentukan kebijakan Tapera.

Menurutnya, pengusaha maupun buruh seharusnya dilibatkan sejak awal untuk mendapatkan saran dan pendapat mereka.

“Keadaan upah buruh saat ini membuat kebijakan pemotongan 2,5 persen dari upah atau gaji mereka sulit diterima.

Meski akan diberlakukan pada tahun 2027, pemotongan ini tetap memberatkan bagi buruh. Begitu juga dengan kontribusi 0,5 persen dari pengusaha yang dianggap sebagai tambahan beban,” ucap Agus.

Agus juga menekankan pentingnya ‘public hearing’ yang melibatkan buruh dan pengusaha sebagai langkah awal.

“Narasi utama Tapera adalah untuk menolong masa depan buruh dan karyawan swasta dalam kebutuhan papan.

Seharusnya, langkah pertama pemerintah adalah berdialog dengan buruh dan karyawan, kemudian merayu para pengusaha dengan hitungan angka-angka yang jelas mengenai manfaat dan faedahnya,” ungkapnya.

Tahapan berikutnya, menurut Agus, adalah ‘public hearing’ dengan masyarakat yang lebih luas untuk mendapatkan dukungan publik.

“Opini publik sangat penting dalam keberhasilan kebijakan. Oleh karena itu, substansi dan konteks Tapera perlu dipahami oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Agus Efendi mengajak pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan Tapera dengan lebih detail.

“Seperti halnya kebijakan UKT yang telah dibatalkan, Tapera juga sebaiknya diteliti lebih dalam.

Jika proses dan waktu penerbitannya tepat serta seluruh detilnya bisa dijelaskan dan disesuaikan dengan kemampuan semua pihak, Tapera akan setia menjadi Tabungan Perumahan Rakyat,” tuturnya.

Namun, Agus menyayangkan bahwa proses penerbitan Tapera yang kurang sesuai dengan ‘protokol’ kebijakan yang baik telah mengundang reaksi negatif dari publik.

“Proses yang kurang baik ini membuat Tapera menjadi kurang merdu di telinga publik, khususnya buruh dan karyawan swasta,” pungkasnya.

HMI Cabang Sampang berharap pemerintah dapat segera mengkaji ulang kebijakan Tapera demi kesejahteraan buruh, karyawan swasta, dan pengusaha.(Amir)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *