Denpasar Bali, Vonisnews.com – Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar sekaligus Badan Pengawas Harian (BPH) SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., berharap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 dapat berjalan lebih transparan dan sesuai regulasi.
“Paling tidak semua pelaksanaannya nanti bisa lebih mengacu pada aturan SPMB itu sendiri, dan dalam pelaksanaannya agar tidak terindikasi ada kecurangan,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, pelaksanaan SPMB yang dilandasi prinsip kejujuran dan keterbukaan akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, baik bagi sekolah negeri maupun swasta.
Ia menyebut bahwa saat ini penerapan SPMB sudah cukup baik, termasuk dalam hal sosialisasi. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi dan kajian ulang terhadap penerapan SPMB di setiap daerah untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Paling tidak pelaksanaan SPMB ini bisa sepenuhnya berjalan sesuai aturan. Jangan sampai ada unsur-unsur kepentingan yang dilibatkan,” tambahnya.
Madiadnyana juga menyoroti ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta dalam penerimaan siswa baru. Ia mengingatkan bahwa pemenuhan kuota rombongan belajar (rombel) harus seimbang. Ia menegaskan bahwa kuota maksimal per kelas di sekolah negeri sebaiknya tetap 36 siswa dan tidak ada penambahan secara sepihak.
“Kalau ada penambahan, maka tidak akan terjadi keseimbangan dalam pelaksanaan SPMB antara sekolah negeri dan swasta,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika siswa tidak tertampung di sekolah negeri, maka sekolah swasta siap menjadi alternatif. Namun, hal ini akan sulit terlaksana jika masih terjadi praktik-praktik jalur belakang dalam proses penerimaan.
“Kalau masih ada isu jalur belakang, maka sekolah swasta akan kesulitan memenuhi kuota siswa baru,” ujarnya.
Madiadnyana pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan SPMB demi kemajuan pendidikan.
“Ayo berbuat yang terbaik dalam memajukan dunia pendidikan, dan jangan sampai ada terjadi kecurangan lagi dalam pelaksanaan SPMB di setiap tahun ajaran baru,” pungkasnya.(Budi)
















