Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Ngurah Ambara Ajak Pengusaha Nasional Pulangkan Aset Triliunan Lewat PFII Bali, Targetkan Investor Global

admin
12
×

Ngurah Ambara Ajak Pengusaha Nasional Pulangkan Aset Triliunan Lewat PFII Bali, Targetkan Investor Global

Sebarkan artikel ini
Img 20260802 Wa0175
banner 1000x130

DENPASAR, vonisnews.com – Tokoh masyarakat Bali, Gede Ngurah Ambara Putra, S.H., mengajak para pengusaha nasional memanfaatkan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali sebagai momentum untuk memulangkan aset yang selama ini ditempatkan di luar negeri sekaligus menarik investasi global ke Indonesia.

Ngurah Ambara yang juga menjabat sebagai Ketua Satria Gerindra menilai pengesahan Undang-Undang PFII harus menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan internasional. Setelah sebelumnya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali, kini ia mendorong pengembalian modal milik pengusaha Indonesia serta pengembangan ekosistem Family Office yang mampu bersaing di tingkat global.

banner 1000x130

“Selama ini banyak pengusaha Indonesia menempatkan dananya di yurisdiksi luar karena berbagai insentif yang ditawarkan. Singapura dikenal dengan stabilitas sistem keuangan dan bebas pajak atas keuntungan investasi (capital gain) untuk Family Office. Labuan di Malaysia menawarkan tarif pajak badan internasional sekitar 3 persen, sedangkan Dubai memberikan fasilitas bebas pajak penghasilan dan kerahasiaan perbankan. India pun berhasil menarik modal warganya melalui GIFT City dengan insentif bebas pajak selama 10 tahun,” ujar Ngurah Ambara, Minggu (2/8).

Menurutnya, apabila PFII mampu menghadirkan kepastian hukum serta insentif yang kompetitif, Indonesia memiliki peluang besar menarik kembali dana milik warga negara Indonesia yang selama ini berada di luar negeri.

Ia mengungkapkan, berbagai estimasi dari lembaga riset dan keuangan global memperkirakan kekayaan warga Indonesia yang ditempatkan di Singapura mencapai sekitar 200 miliar hingga 300 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp3.000 triliun hingga Rp4.500 triliun.

Ngurah Ambara menegaskan, potensi tersebut belum termasuk dana Family Office maupun investasi dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Asia yang selama ini banyak dikelola melalui Singapura.

“Nilai modal yang berpotensi masuk jauh lebih besar. Jika Bali mampu menawarkan insentif yang kompetitif, peluang menarik investasi global terbuka sangat lebar,” katanya.

Ia menambahkan, keunggulan Bali tidak hanya terletak pada aspek fiskal, tetapi juga pada kekuatan budaya, kualitas hidup, serta daya tarik pariwisata kelas dunia yang dinilai mampu menjadi nilai tambah dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.

“Ketika kepastian hukum dan insentif sudah setara dengan pusat finansial dunia, Bali memiliki keunggulan yang sulit ditandingi. Investor dapat mengelola aset sekaligus menikmati lingkungan, budaya, dan kualitas hidup yang tidak dimiliki kota-kota bisnis lainnya,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, Ngurah Ambara juga berharap pengembangan PFII memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali melalui pelestarian budaya dan lingkungan.

“Kita tentu berharap ada yang disisihkan, misalnya dua persen dari nilai investasi di PFII untuk pelestarian budaya dan lingkungan,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung keberhasilan implementasi PFII.

“Pemerintah telah membuka jalan melalui UU PFII. Kini saatnya para pengusaha nasional menunjukkan komitmen untuk membawa modalnya pulang dan bersama-sama menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi dan investasi berkelas dunia,” pungkasnya.

Meski demikian, Ngurah Ambara menekankan bahwa besaran aset di luar negeri merupakan estimasi dari berbagai lembaga riset dan keuangan. Keberhasilan PFII dalam menarik investasi domestik maupun global akan sangat bergantung pada implementasi regulasi, kepastian hukum, insentif yang kompetitif, serta respons pasar terhadap kebijakan tersebut.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *