GRESIK, Vonisnews.com — Polres Gresik melalui Polsek Driyorejo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik bergerak cepat menangani peristiwa seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang terseret arus air di selokan kawasan Perumahan KBD, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Selasa (3/2/2026) sore.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di selokan Perumahan KBD Jalan Permata, tepat di samping Masjid Miftahul Jannah, Desa Mulung, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Korban diketahui bernama Putri Dwi Jumrina Sari (8), lahir di Gresik pada 24 Oktober 2018. Korban merupakan warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang sementara berdomisili kos di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Begitu menerima informasi, anggota kami langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan relawan untuk melakukan pencarian korban,” ujar Kompol Musihram.
Berdasarkan keterangan di lapangan, kejadian bermula saat korban bermain di sekitar selokan bersama seorang saksi yang juga masih anak-anak. Namun, akibat hujan deras yang menyebabkan permukaan licin, korban terpeleset dan jatuh ke dalam selokan hingga terseret derasnya arus air.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, yang selanjutnya diteruskan kepada orang tua korban dan pihak kepolisian.
Dalam proses pencarian, Polres Gresik menunjukkan respons cepat serta sinergi lintas instansi dengan mengerahkan personel Polsek Driyorejo bersama BPBD Kabupaten Gresik dan relawan untuk menyisir aliran selokan. Setelah dilakukan pencarian sejauh kurang lebih satu kilometer, korban akhirnya ditemukan.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tambah Kompol Musihram.
Atas kejadian tersebut, Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras, serta tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar saluran air guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
(Redaksi: Devi)
















