Denpasar, Vonisnews.com – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Bali (UPMI Bali) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian seni budaya melalui kegiatan “ngayah” berupa pentas seni di Pura Dalem Sagening, Sesetan, pada Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Sendratasik yang berkolaborasi menampilkan pementasan Calonarang, sebuah pertunjukan sakral yang sarat akan nilai tradisi dan spiritualitas masyarakat Bali.
Suasana semakin istimewa ketika pimpinan kampus turut ambil bagian dalam pementasan. Rektor UPMI Bali, I Made Suarta bersama Wakil Rektor I I Wayan Sudiarsa tampil sebagai penari bersama sejumlah dosen, di antaranya I Ketut Muada dan I Wayan Sugama. Sementara itu, iringan gamelan atau penabuh sepenuhnya dipercayakan kepada mahasiswa.
Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pementasan, melainkan bentuk nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga eksistensi seni budaya Bali.
“Kami sering tampil ngayah di berbagai kesempatan upacara di masyarakat, termasuk ngaturang sesolahan saat bersama rombongan UPMI Bali tangkil ke Pura Besakih,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor secara pribadi juga menyerahkan bantuan 20 paket sembako kepada Sekaa Santi Banjar Lantang Bejuh sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat setempat.
Selain itu, momentum kehadiran di tengah masyarakat juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program kampus. Rektor memperkenalkan peluang kuliah gratis melalui beasiswa SKSS sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Bali. Tidak hanya itu, turut disampaikan pula berbagai program pemerintah lainnya, termasuk upaya penanganan sampah berbasis sumber yang saat ini terus digencarkan.
Melalui kegiatan ini, UPMI Bali menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Bali agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
(Budi)
















