Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Tim Pengendalian Harga Pangan Jatim Pantau Pasar Pucang Jelang Ramadan dan Idulfitri

admin
14
×

Tim Pengendalian Harga Pangan Jatim Pantau Pasar Pucang Jelang Ramadan dan Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Img 20260205 Wa0116
banner 1000x130

SURABAYA, Vonisnews.com – Tim Pengendalian Harga Pangan, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Timur melakukan pemantauan langsung di Pasar Pucang, Surabaya, menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Dinas Pangan dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2008 tentang pengendalian harga pangan strategis. Tim ditugaskan untuk memonitor, memantau, dan mengendalikan harga bahan pangan pokok agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP), khususnya menjelang hari besar keagamaan.

banner 1000x130

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Sihombing, mengatakan tim turun langsung ke pasar untuk memastikan stabilitas harga. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar harga bahan pokok masih terpantau relatif normal.

“Alhamdulillah, harga-harga masih relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih berada di bawah HET dan HAP,” ujar Kombes Roy di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih wajar dan disebabkan oleh kendala distribusi, mengingat sebagian pasokan cabai ke Jawa Timur berasal dari luar daerah sentra produksi.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat jaringan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit guna menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, tim menegaskan harga telah ditetapkan sebesar Rp15.700 di tingkat konsumen. Harga tersebut telah diatur secara berjenjang, mulai dari distributor hingga pengecer.

“Di tingkat pengecer tidak boleh melebihi ketentuan. Tadi kami menemukan adanya selisih kenaikan sekitar Rp200 hingga Rp300, dan ini akan kami tindak lanjuti bersama distributor,” tegasnya.

Harga daging ayam dan daging sapi juga masih berada di bawah HAP. Meski terdapat indikasi keterbatasan pasokan sapi hidup yang menyebabkan jumlah pemotongan berkurang, tim memastikan kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap harga jual di pasaran.

“Kami akan menelusuri suplai sapi hidup agar tidak terjadi lonjakan harga,” tambahnya.

Selain pengendalian harga, Tim Pengendalian Harga Pangan Jawa Timur juga menekankan pengawasan terhadap aspek keamanan dan mutu pangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan produk yang dijual layak konsumsi dan aman bagi masyarakat, termasuk mencegah peredaran daging tidak layak konsumsi seperti sapi gelonggongan.

Pengawasan akan dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pemerintah juga telah menyiapkan saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan indikasi pelanggaran harga, keamanan, maupun mutu pangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi. Dengan begitu, kami bisa bergerak cepat dan mencegah permasalahan di lapangan,” pungkasnya.

Dengan langkah pengendalian ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan menyambut Idulfitri tanpa terbebani kenaikan harga bahan pokok. Pemerintah optimistis stabilitas harga dan kondisi ekonomi Jawa Timur tetap terjaga serta inflasi dapat dikendalikan hingga pasca-Lebaran.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *