Surabaya, Vonisnews.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika internasional yang berasal dari Malaysia dan menyasar wilayah Surabaya serta sekitarnya.
Pengungkapan ini diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Humas Polda Jatim pada Rabu (21/5/2025), yang dipimpin langsung oleh Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol. Robert Da Costa, S.I.K., M.H., didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, perwakilan Bea Cukai Jatim, serta jajaran penyidik.
“Pengungkapan ini merupakan hasil sinergi antara Direktorat Narkoba Polda Jatim dan Bea Cukai Jatim dalam memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara,” ujar Kombes Robert.
Dari operasi tersebut, empat tersangka berhasil diamankan, masing-masing:
1. MAY, diamankan dengan barang bukti 2,5 kg sabu dan 5.514 butir ekstasi.
2. KF, ditangkap dengan sabu seberat 1.020 gram yang diselundupkan dari Malaysia menggunakan komponen shockbreaker motor.
3. HHR, ditangkap di wilayah Surabaya.
4. MA, juga diamankan di Surabaya, yang merupakan bagian dari jaringan Malaysia-Surabaya-Madura.
Secara keseluruhan, Polda Jatim berhasil mengamankan 9.463,342 gram sabu dan 5.814 butir ekstasi dengan berat total sekitar 2.376,7 gram.
Kombes Robert menambahkan bahwa jaringan ini menggunakan modus penyelundupan yang semakin canggih dan beragam. Salah satu metode paling menonjol adalah penyelundupan sabu dalam shockbreaker motor.
“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain, termasuk pengirim barang dari Malaysia,” jelasnya.
Sementara itu, Kombes Jules Abraham Abast menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Jatim dalam memerangi jaringan narkoba internasional, terutama yang memanfaatkan jalur logistik untuk menyusupkan narkotika ke Indonesia.
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk memperluas penyelidikan, serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar jaringan serupa dapat dicegah sejak dini.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Upaya penindakan dan pencegahan terus digencarkan demi menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tegas Kombes Jules.(Devi)
















