DENPASAR, Vonisnews.com – Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Kali ini, giliran Asah Keterampilan 2025, ajang latihan dan evaluasi bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri yang digelar oleh Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA).
Event ini dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2025, dan akan melibatkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk para atlet dan pemilik izin resmi senjata bela diri yang ingin mengasah kemampuan serta meningkatkan pemahaman penggunaan senjata secara bertanggung jawab.
Ketua DPD PERIKHSA Bali, Made Muliawan Arya atau yang lebih dikenal dengan sapaan De Gadjah, menyatakan kesiapan penuh Bali sebagai tuan rumah dan mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan acara tersebut.
“Ayo saksikan dan ramaikan ‘Asah Keterampilan PERIKHSA 2025’ pada tanggal 25-26 Juli 2025 di Lapangan Tembak Tohpati, Denpasar Bali,” ujar De Gadjah yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia, Kamis (29/5/2025).
Kegiatan akan diawali dengan Gathering Dinner pada 25 Juli 2025 bertempat di Black Stone Yacht Club, Jalan Dermaga I, Denpasar. Sedangkan acara inti, yaitu Asah Keterampilan, akan berlangsung keesokan harinya di Lapangan Tembak Tohpati, Jalan WR Supratman No. 236, Denpasar.
Sekretaris Umum Panitia, I Made Sugiantara, menyebutkan bahwa persiapan panitia telah mencapai 85 persen, termasuk peninjauan lokasi dan teknis lapangan tembak yang dinilai sangat representatif.
“Saat ini sudah ada 200 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah, dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena ada peserta yang mendaftar on the spot,” jelasnya.
Meskipun bukan kompetisi dalam format turnamen resmi, ajang ini tetap memberikan penghargaan bagi peserta dengan performa terbaik. Adapun kategori yang akan diujikan meliputi:
IHKSA Peluru Karet
IHKSA Peluru Tajam
IHKSA Optic Pistol
IHKSA Optic PCC
IHKSA Lady
Non-IHKSA Umum (sub Compact/barrel Max 3”)
Pemilihan Bali sebagai tuan rumah merupakan keputusan langsung dari Ketua Umum PERIKHSA, Bambang Soesatyo, dengan pertimbangan bahwa Bali memiliki infrastruktur, kesiapan teknis, dan selaras dengan semangat sport tourism.
“Semoga Bali bisa mengulang kesuksesan seperti saat di Jakarta, bahkan lebih baik lagi. Kita harap Bali bisa meraih prestasi,” ungkap panitia pelaksana, Rino, penuh semangat.
Ajang ini tidak hanya menjadi ruang latihan terukur bagi pemilik senjata bela diri, tetapi juga mempererat jaringan antaranggota PERIKHSA serta memperkenalkan Bali sebagai destinasi sport tourism berskala nasional.(Budi)
















