Example floating
Example floating
banner 1000x130
Pendidikan

SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer di Klungkung, Ketua Komisi IV DPRD Bali: Sistem Lemah atau Sosialisasi Kurang?

admin
102
×

SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer di Klungkung, Ketua Komisi IV DPRD Bali: Sistem Lemah atau Sosialisasi Kurang?

Sebarkan artikel ini
Img 20250723 Wa0137
banner 1000x130

Klungkung, Vonisnews.com — Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM, menyoroti banyaknya siswa yang belum tertampung di sekolah negeri pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Klungkung. Hal itu ia sampaikan saat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, kondisi ini sudah menjadi “budaya tahunan” yang seharusnya bisa diantisipasi jika sistem dan sosialisasi pelaksanaan SPMB dilakukan secara optimal.

banner 1000x130

“Banyak siswa tercecer, apakah ini karena kelemahan sistem atau kurangnya sosialisasi? Ini harus dikaji secara serius oleh Disdikpora Bali agar tidak terus berulang tiap tahun ajaran baru,” tegas Suwirta.

Dari hasil pantauan, masih terdapat kekurangan jumlah siswa di beberapa sekolah negeri, di antaranya:

SMA Negeri 1 Dawan kekurangan 70 siswa

SMA Negeri 1 Banjarangkan kekurangan 200 siswa

SMK Negeri 1 Klungkung kekurangan 300 siswa

Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas yang tersedia dan distribusi siswa yang mendaftar, sehingga banyak siswa belum mendapatkan sekolah negeri.

Nyoman Suwirta juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terjebak pada stigma “sekolah favorit”. Menurutnya, semangat belajar yang tinggi jauh lebih penting dibandingkan lokasi atau status sekolah.

“Jujur saja, sekolah favorit itu hanya branding. Sekolah negeri atau swasta sama saja, semua tergantung niat belajar siswanya. Kalau tidak rajin, tetap saja jadi orang yang tidak berguna di masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk tetap memberikan dukungan kepada anak-anak mereka, baik yang masuk sekolah negeri maupun swasta.

“Kalau bisa masuk sekolah negeri ya disyukuri, tapi kalau ke swasta pun harus tetap disyukuri karena masih bisa menempuh pendidikan secara layak,” tambahnya.

Terakhir, Suwirta berharap agar ke depan, permasalahan siswa tercecer ini tidak lagi menjadi rutinitas tahunan. Ia meminta agar evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pelaksanaan SPMB segera dilakukan oleh pihak terkait demi memberikan kepastian pendidikan yang merata bagi seluruh anak-anak di Bali.(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *