Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Atasi Persoalan Sampah, Ketua Komisi IV DPRD Bali Tekankan Perubahan Kebiasaan dan Pola Hidup Masyarakat

admin
31
×

Atasi Persoalan Sampah, Ketua Komisi IV DPRD Bali Tekankan Perubahan Kebiasaan dan Pola Hidup Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Img 20260312 Wa0383
banner 1000x130

DENPASAR, Vonisnews.com – Persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah dinilai tidak hanya dapat diselesaikan melalui kebijakan pemerintah semata. Perubahan kebiasaan, perilaku, dan pola hidup masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

banner 1000x130

Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Dengan cara tersebut, pengelolaan sampah akan lebih mudah dilakukan dan dapat memberikan manfaat tambahan.

“Jika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik, niscaya persoalan sampah ke depan bisa teratasi. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk yang bernilai,” kata Nyoman Suwirta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sampah, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, melalui peran desa adat, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan sarana penanganan sampah di lingkungan masyarakat, seperti penyediaan tong sampah dan fasilitas pendukung lainnya.

Meski demikian, Suwirta menilai keberadaan fasilitas tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah.

“Pada era sekarang, mengatasi persoalan sampah harus dimulai dari lingkungan rumah tangga, yakni dengan memilah mana sampah organik dan mana yang anorganik,” ujarnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Klungkung. Pada masa itu, pemerintah daerah menerapkan program “Kurikulum Nol Sampah” yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Program tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, desa adat, sektor industri, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama membangun kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.

“Di Kabupaten Klungkung saat itu kami melibatkan semua komponen masyarakat. Hasilnya, persoalan sampah mulai bisa teratasi dengan baik karena masyarakat memiliki kesadaran untuk mengubah kebiasaan dan pola hidup mereka,” jelasnya.

Suwirta menegaskan bahwa keberadaan sistem atau infrastruktur pengolahan sampah saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh. Diperlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Walaupun sudah ada TPS3R, tidak serta-merta persoalan sampah bisa selesai jika masyarakat tidak ikut berperan aktif. Mengatasi sampah sepenuhnya juga harus didukung oleh SDM yang baik, karena sistem atau infrastruktur saja tidak akan mampu menyelesaikan masalah sampah dengan optimal,” pungkasnya.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *