AMLAPURA, Vonisnews.com – Bank Rakyat Indonesia melalui Branch Office (BO) Amlapura, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan. Hingga Desember 2025, BRI BO Amlapura berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 604 miliar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Branch Manager BRI BO Amlapura, Dwi Putra Apriyantono, mengungkapkan bahwa mayoritas penyaluran KUR tersebut difokuskan pada sektor produksi. Sektor ini meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri jasa lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Karangasem.
Menurutnya, kemudahan akses permodalan melalui program KUR memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Tidak hanya itu, program ini juga mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“KUR merupakan bentuk nyata komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah Amlapura memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan. Oleh karena itu, BRI hadir tidak hanya sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Lebih lanjut, dukungan BRI tidak berhenti pada penyaluran dana saja. BRI juga aktif memberikan pendampingan usaha serta edukasi finansial kepada para debitur agar mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Selain pembiayaan, kami juga memberikan pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami mendorong pelaku UMKM untuk melek digital dan memanfaatkan platform penjualan online agar usahanya bisa berkembang dan naik kelas,” tegasnya.
Dengan strategi yang berfokus pada sektor produktif, BRI Branch Office Amlapura optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.
(Budi)
















