Surabaya, Vonisnews.com – Suasana duka menyelimuti dunia jurnalistik Jawa Timur. Keluarga besar Vanguard Jurnalis Bersatu (VJB) menunjukkan solidaritas dengan mengunjungi rumah duka Almarhum Ade Maulana di Jalan Sawunggaling, Surabaya, Selasa (07/04/2026).
Ade Maulana, wartawan senior sekaligus Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), wafat pada Minggu dini hari (05/04/2026). Kepergian sosok yang dikenal berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan seprofesi. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Sejumlah jurnalis hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Kukuh Setya yang akrab disapa Panglima Tua, serta wartawan senior lainnya seperti Glewoh dan Bledex. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan solidaritas di kalangan jurnalis.
Kukuh Setya mengenang Almarhum sebagai sosok panutan yang memiliki jiwa besar dan selalu ringan tangan membantu sesama. Menurutnya, Ade Maulana bukan hanya sahabat, tetapi juga guru dalam dunia jurnalistik.
“Beliau sahabat sekaligus guru. Saya belajar menulis dari Mas Ade. Bahkan saat saya terkena Covid-19, beliau hadir membantu. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” ungkap Kukuh penuh haru.
Senada dengan itu, Glewoh menyampaikan kesan mendalam terhadap pribadi Almarhum. Ia menilai Ade Maulana sebagai sosok yang lugas, profesional, dan tak pernah lelah memberikan semangat serta wawasan kepada rekan-rekannya.
Di sisi lain, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para pelayat yang telah memberikan doa dan dukungan moral.
“Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup Almarhum pernah berbuat salah,” ujar perwakilan keluarga.
Sebagai bentuk kepedulian, VJB juga menyerahkan santunan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, ramah tamah, serta foto bersama di depan karangan bunga sebagai penghormatan terakhir.
Kepergian Ade Maulana menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Jawa Timur. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pribadi yang berdedikasi, penuh ketulusan, dan menjadi inspirasi bagi banyak insan pers.
“Selamat jalan kawan. Kami bersaksi engkau orang baik. Semoga surga menjadi tempat terindah untukmu,” pungkas Kukuh.
(Redaksi: Devi)
















