SURABAYA, Vonisnews.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat akar rumput. Kali ini, jajaran Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama kelompok tani (Poktan) Nandur Makmur berhasil menggelar panen raya jagung jawa (pepel) di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Dari lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang merupakan milik Pemerintah Kota Surabaya, para petani berhasil memanen jagung dengan total hasil mencapai 1.625 kilogram. Hasil tersebut dinilai cukup produktif mengingat benih yang digunakan hanya sekitar satu kilogram.
Panen ini menjadi bukti bahwa lahan perkotaan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, khususnya di kawasan Surabaya Utara.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto yang turut memimpin langsung kegiatan panen raya tersebut mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil memaksimalkan potensi lahan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan milik Pemkot Surabaya ini merupakan langkah nyata Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pangan di tingkat lokal tetap terjaga. Hasil panen tadi bahkan langsung habis dibeli masyarakat sekitar, ini membuktikan bahwa serapan pasar sangat tinggi,” ujar Kompol Yuyus.
Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Poktan Nandur Makmur menerapkan sistem tanam bergantian. Pola ini dipilih agar proses distribusi dapat berjalan lebih lancar sekaligus memastikan stok jagung tetap tersedia bagi masyarakat tanpa harus menunggu masa panen besar secara bersamaan.
Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, salah satunya serangan hama tikus yang kerap mengganggu tanaman.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Polsek Kenjeran bersama penggerak program ketahanan pangan terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian setempat guna memberikan pendampingan teknis kepada para petani.
“Pendampingan dari PPL sangat penting agar petani dapat mengatasi hama dengan cara yang tepat tanpa merusak kualitas tanaman,” tambah Kompol Yuyus.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif di wilayah perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani.
(Redaksi: Devi)
















