Denpasar, Vonisnews.com – SMAN 4 Denpasar kembali mencatatkan prestasi gemilang di tahun 2025. Sekolah ini berhasil meraih predikat sebagai sekolah terbaik se-Bali setelah menorehkan banyak medali di berbagai ajang bergengsi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi siswa SMAN 4 Denpasar antara lain diraih melalui ajang LDI Indonesia 2025 tingkat nasional, di mana para siswa berhasil meraih Juara 3. Tak hanya itu, tim LDI cabang Bahasa Inggris (NSDC) juga membanggakan sekolah dengan meraih Juara 2 dalam kompetisi yang digelar di Atma Jaya Yogyakarta. Tim tersebut terdiri dari Galuh Rakayla, Edgar Wirasasmita, dan Nadine Tirza Amadea Riwu Kore.
Prestasi lainnya datang dari ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) melalui karya ilmiah siswa Ni Putu Medha Namyasari (XII.1) dan Ni Komang Govi Radharani (XII.1). Sementara itu, dalam Nala Technology and Science Competition (Nalatico), siswa I Gusti Bagus Veda Dharma Gana dan Gede Mario Andika Pratama turut mengharumkan nama sekolah.
Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, menyatakan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari ketekunan para siswa serta bimbingan optimal dari para guru.
“Semua keberhasilan yang diraih siswa SMAN 4 Denpasar ini berkat bimbingan guru dan ketekunan siswa dalam belajar,” ujarnya di Denpasar, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah hingga meraih predikat terbaik se-Bali berkat fokus pada program prioritas yang mengacu pada penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
Peningkatan sarana dan prasarana, yang kini dinilai sudah sepenuhnya menunjang seluruh kegiatan belajar mengajar.
Peningkatan mutu guru melalui berbagai workshop dan pelatihan berkelanjutan.
Penataan lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar yang nyaman dan produktif.
“Dari peningkatan mutu guru inilah nantinya dapat mendukung pengelolaan manajemen kesiswaan dan manajemen sekolah,” tambah Sudana.
Selain aspek akademik, kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi perhatian utama. SMAN 4 Denpasar memberikan ruang bagi siswa untuk memilih kegiatan sesuai minat dan bakat mereka.
“Ekstrakurikuler mampu memotivasi siswa untuk terus berprestasi, baik di ajang Porsenijar maupun kompetisi lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, serta pembentukan karakter. Pendekatan ini mendorong siswa agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“Kurikulum Merdeka memprioritaskan kemampuan siswa di bidang akademik maupun non-akademik agar mereka bisa terus berprestasi di berbagai level,” pungkasnya.
(Budi)
















