DENPASAR, Vonisnews.com – Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali berkolaborasi dengan Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) menggelar program “Tata Hati” sebagai upaya menjaga keselarasan jiwa dan raga ibu hamil melalui pendekatan kesehatan mental dan pemulihan batin.
Kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5/2026), tersebut diikuti ribuan ibu hamil, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun IBI Provinsi Bali ke-75.
Ketua PD IBI Provinsi Bali, Dr. Bdn. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M.Biomed menjelaskan, program “Tata Hati” bertujuan memadukan pendekatan sains medis dengan pemulihan batin demi menjaga kesehatan fisik dan mental ibu hamil.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak ibu hamil untuk menjaga keselarasan raga dan jiwa agar proses kehamilan berlangsung lebih sehat dan bahagia,” ujarnya.
Kegiatan meditasi kesehatan mental tersebut dipandu langsung oleh Bunda Arsaningsih. Dalam sesi yang berlangsung, para peserta diajak mengenali emosi, melepaskan kecemasan, serta membangun komunikasi batin dengan janin.
Bunda Arsaningsih mengatakan, kolaborasi antara YCCK dan IBI Provinsi Bali menjadi langkah penting dalam menghadirkan pola pendampingan ibu hamil yang lebih menyeluruh.
“Melalui program Tata Hati, kami ingin membantu ibu hamil menemukan ketenangan batin sehingga energi positif dapat dirasakan juga oleh janin,” katanya.
Ia menambahkan, dampak psikologis dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh peserta, baik yang hadir di lokasi acara maupun yang mengikuti secara daring.
Sementara itu, Ketua YCCK Adek Dharana menegaskan bahwa seorang ibu hamil tidak hanya mengandung secara fisik, tetapi juga membawa energi dan emosi yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
“Karakter anak yang lahir merupakan cerminan dari kedalaman rasa seorang ibu. Karena itu kesehatan mental ibu hamil sangat penting dijaga,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan risiko kesehatan dan kematian dini pada ibu hamil.
Menurutnya, sinergi lintas sektor yang melibatkan tenaga bidan dan ribuan ibu hamil ini menjadi langkah baru dalam membangun pola pengasuhan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kesehatan fisik maupun mental.
(Budi)
















