Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Jelajahi Tempat Suci Seantero Nusantara, Gung Aji Mangku Rayakan Siwalatri di India

admin
199
×

Jelajahi Tempat Suci Seantero Nusantara, Gung Aji Mangku Rayakan Siwalatri di India

Sebarkan artikel ini
Img 20260220 Wa0218
banner 1000x130

Denpasar, Vonisnews.com – Pengelingsir Puri Grenceng yang juga Ketua Persatuan Hindu Muslim (PHM) Bali, Anak Agung Ngurah Agung atau yang akrab disapa Gung Aji Mangku, kembali menunjukkan kiprahnya dalam perjalanan spiritual lintas negara.

Setelah menjelajahi berbagai tempat suci di Nusantara, tokoh dari Puri Grenceng Denpasar ini kini menapakkan kaki di India, tanah kelahiran Agama Hindu, untuk merayakan Hari Siwaratri pada Senin (16/2/2026).

banner 1000x130

Perayaan Siwaratri di India berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian festival keagamaan untuk menghormati Dewa Siwa. Hari suci ini umumnya jatuh pada Februari atau Maret dan dirayakan dengan puasa, meditasi, serta ritual persembahyangan sepanjang malam.

Perayaan terpusat di kuil-kuil Siwa, diiringi lantunan doa, tarian sakral, serta musik tradisional. Patung-patung Dewa Siwa dihias dengan minyak dan pewarna, sementara di beberapa wilayah, umat juga berbagi makanan dan minuman kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan spiritual.

Dalam momentum tersebut, Gung Aji Mangku turut tampil dalam acara “Satsang with Gurudev Art of India”, sebuah forum spiritual yang menghadirkan Gurudev Sri Sri Ravi Shankar dan tokoh spiritual lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi mendalam mengenai meditasi, pengembangan diri, dan peningkatan kesadaran spiritual.

Acara tersebut bertujuan membantu peserta mencapai kualitas hidup yang lebih baik melalui pendalaman nilai-nilai spiritual. Kehadiran Gung Aji Mangku bersama tim dari Bali menjadi bagian dari pertukaran budaya dan spiritual antara Indonesia dan India.

Menurut Gung Aji Mangku, terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Siwaratri antara Bali dan India.

“Siwaratri di Bali dirayakan pada Tilem Kepitu yang jatuh pada Januari, sementara di India dirayakan pada Tilem Kawulu yang jatuh pada Februari. Hakikatnya sama, memuja Dewa Siwa, hanya saja waktu pelaksanaan berbeda,” jelasnya.

Meski terdapat perbedaan kalender, esensi perayaan tetap sama, yakni sebagai momentum introspeksi diri, pengendalian hawa nafsu, dan pemujaan kepada Dewa Siwa sebagai simbol pelebur kegelapan dan kebodohan.

Dalam festival tersebut, Gung Aji Mangku bersama tim Bali membawakan pementasan fragmentari dengan lakon “Bima Suarga”, kisah perjalanan suci Sang Bima, salah satu putra Pandawa, menuju Suarga Loka.

Dalam pementasan yang disaksikan ribuan umat itu, Gung Aji Mangku dipercaya memerankan pendeta Hindu. Penampilan ini menjadi simbol diplomasi budaya, memperkenalkan kekayaan seni dan spiritualitas Bali di panggung internasional.

Dari pengalamannya di India, Gung Aji Mangku melihat fenomena baru dalam hubungan spiritual umat Hindu Indonesia dan India. Umat Hindu Bali kini semakin banyak memperdalam ajaran Weda langsung ke India.

Sebaliknya, umat Hindu India juga tertarik mempelajari praktik keagamaan dan budaya Hindu di Bali yang dinilai unik dan tetap terjaga.

“Saya ke India ingin memperdalam pengetahuan sebelum benar-benar fokus pada kehidupan spiritual,” pungkasnya.

Perjalanan spiritual lintas negara ini tak sekadar ziarah, tetapi juga menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan spiritual Bali dan India dalam semangat persaudaraan lintas bangsa.

(Budi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *