Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Kontraktor Lokal Bojonegoro Tertekan, Ribuan Paket Proyek Tak Satupun Dapat Jatah

admin
67
×

Kontraktor Lokal Bojonegoro Tertekan, Ribuan Paket Proyek Tak Satupun Dapat Jatah

Sebarkan artikel ini
Img 20251022 Wa0108
banner 1000x130

Bojonegoro, Vonisnews.com – Di tengah megahnya angka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro yang mencapai Rp7,9 triliun, para kontraktor lokal justru menghadapi kenyataan pahit. Ribuan paket proyek pemerintah beredar, namun tak satu pun menyentuh tangan pelaku usaha kecil di daerah sendiri.

Di sebuah warung kopi di pinggiran kota, suasana muram menyelimuti sekelompok kontraktor lokal. Kopi yang mereka pesan telah dingin, sementara obrolan mereka penuh keluh kesah dan kekecewaan.

banner 1000x130

“Sebagai masyarakat lokal Bojonegoro, kami berharap bisa ikut mengerjakan proyek pemerintah. Tapi tahun ini benar-benar terasa berat. Ada ribuan paket, tapi tak satupun kami kebagian,” ujar salah seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya, dengan nada getir.

Ia mengaku sempat optimistis ketika Bojonegoro dipimpin oleh putra daerah. Namun, harapan itu pupus ketika sistem penunjukan langsung (PL) yang diharapkan menjadi peluang bagi kontraktor kecil justru dirasa semakin tertutup.

“Semua seperti sudah diatur. Kami hanya bisa menonton dari jauh. Rasanya seperti tamu di rumah sendiri,” tambahnya dengan lirih.

Bagi para kontraktor lokal, proyek kecil bukan sekadar soal keuntungan. Lebih dari itu, proyek merupakan sumber penghidupan bagi banyak pekerja yang menggantungkan nasib pada sektor konstruksi. Kini, banyak di antara mereka yang terpaksa merumahkan karyawan karena nihil pekerjaan.

“Hampir tiap hari tukang-tukang lokal menghubungi saya, menanyakan proyek. Sekarang, jangankan kerja, dengar kabar proyek saja sudah jarang,” ungkap kontraktor lain dengan nada kecewa.

Sementara itu, pemerintah daerah dan DPRD Bojonegoro terus mengumandangkan semangat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya jurang antara retorika dan kenyataan.

Transparansi, keadilan, dan pemerataan kesempatan kini menjadi tuntutan utama para kontraktor kecil. Mereka hanya berharap diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerahnya sendiri.

“Kami tidak minta dikasihani, hanya ingin diberi kesempatan yang adil,” kata salah satu kontraktor sebelum meninggalkan warung, membawa sisa harapan di tengah gemuruh pembangunan yang kian terasa jauh dari mereka.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *