TEGAL, Vonisnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tegal menerima bantuan logistik berupa pasokan air bersih dari PDAM dan Pemadam Kebakaran Kota Tegal, Rabu (18/2/2026). Bantuan darurat ini diberikan sebagai respons atas krisis air bersih yang melanda area pemasyarakatan akibat bencana longsor dan banjir bandang di kawasan kaki Gunung Slamet.
Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pipa distribusi air utama, sehingga aliran air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Tegal terputus total. Kondisi ini berdampak langsung pada Lapas Tegal, di mana ketersediaan air bersih menurun drastis dan berpotensi mengganggu sanitasi serta kebutuhan dasar ratusan warga binaan.
Sebagai langkah cepat penanganan, distribusi air bersih dilakukan dengan mengerahkan armada truk tangki milik PDAM dan Pemadam Kebakaran. Air disalurkan langsung ke bak penampungan utama Lapas secara berkala guna memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama masa krisis berlangsung.
Pihak Lapas Tegal menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan sinergi antarinstansi dalam membantu mengatasi situasi darurat tersebut. Pasokan air bersih yang diterima diprioritaskan untuk kebutuhan dapur umum, pelaksanaan ibadah, serta keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga binaan agar kondisi kesehatan dan kebersihan tetap terjaga.
Meski distribusi air darurat telah berjalan, pihak lapas terus memantau perkembangan perbaikan jaringan pipa distribusi yang rusak akibat longsor di wilayah hulu. Perbaikan tersebut menjadi kunci utama untuk memulihkan aliran air bersih secara normal ke wilayah Kota Tegal, termasuk ke dalam area lapas.
Selama masa tanggap darurat, warga binaan juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan air tetap mencukupi hingga sistem distribusi air dari sumber mata air di Gunung Slamet kembali berfungsi sepenuhnya.
Kolaborasi antara Lapas Tegal, PDAM, dan Pemadam Kebakaran diharapkan dapat terus berlangsung hingga krisis air bersih benar-benar teratasi, sehingga aktivitas operasional dan kebutuhan dasar warga binaan dapat berjalan normal kembali.
(Redaksi: Devi)
















