SIDOARJO, vonisnews.com — Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Timur diwarnai gelaran Lomba Mancing Ikan Lele yang berlangsung meriah di Kolam Pancing SS, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, jajaran camat dan lurah/desa, serta masyarakat umum.
Sebanyak 130 peserta ambil bagian dalam perlombaan. Mereka tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga dari berbagai unsur pemerintahan dan elemen lainnya.
Sejak lomba dimulai, suasana di lokasi berlangsung semarak. Para peserta terlihat serius menunggu sambaran ikan lele di lapak masing-masing. Sorak-sorai penonton dan peserta pecah ketika pemancing berhasil mengangkat ikan dengan bobot besar.
Selain menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis kegiatan masyarakat.
Pak Eko Sabet Juara Pertama
Setelah melalui proses penimbangan dan penilaian, Pak Eko dari Sepanjang, Sidoarjo, berhasil keluar sebagai juara pertama.
Pemancing dari Lapak 051 tersebut berhasil mendapatkan ikan lele dengan total berat 9,035 kilogram. Atas prestasinya, Pak Eko berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp30 juta.
Juara kedua diraih peserta dari Lapak 17 dengan hasil tangkapan seberat 8,350 kilogram dan mendapatkan hadiah Rp8,5 juta.
Sementara juara ketiga diraih peserta dari Lapak 35 dengan bobot tangkapan 8,520 kilogram dan berhak memperoleh hadiah sebesar Rp4 juta.
Berdasarkan data panitia, berikut nominasi 10 besar hasil perlombaan:
Lapak 051 – Pak Eko – 9,035 kg – Juara 1
Lapak 17 – 8,350 kg – Juara 2
Lapak 35 – 8,520 kg – Juara 3
Lapak 20 – 8,480 kg
Lapak 35 – 8,455 kg
Lapak 79 – 8,335 kg
Lapak 112 – 8,155 kg
Lapak 82 – 7,945 kg
Lapak 89 – 7,940 kg
Lapak 33 – 7,930 kg
MAKI Jatim Dorong Lomba Mancing Jadi Ekonomi Kreatif
Koordinator MAKI Jawa Timur sekaligus penyelenggara kegiatan, Heru Satriyo, mengatakan lomba mancing tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk aktualisasi ekonomi kreatif di Jawa Timur.
Menurut Heru, ekonomi kreatif memiliki cakupan yang luas dan tidak selalu harus diwujudkan melalui seni maupun produk kerajinan. Kegiatan olahraga dan hiburan masyarakat seperti lomba mancing juga dapat menggerakkan pelaku usaha, masyarakat, pengelola lokasi, hingga berbagai sektor pendukung.
“Usaha dari pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang saat ini menjadi perhatian di Jawa Timur. Salah satu aktualisasi ekonomi kreatif yaitu lomba mancing seperti ini,” ujar Heru.
Ia memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. MAKI Jatim bersama pihak terkait bahkan berencana menggelar kegiatan serupa dengan konsep yang lebih besar.
“Insyaallah di Hari Jadi Jawa Timur kita akan adakan lagi. Tapi tidak di kolam lagi, mungkin di daerah Pasir Putih,” ungkapnya.
Heru menyebut antusiasme peserta dalam kegiatan kali ini cukup tinggi. Dari sekitar 130 peserta, sekitar 78 peserta berasal dari unsur tertentu yang turut berpartisipasi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa lomba mancing dapat menjadi ruang pertemuan positif antara pemerintah, masyarakat dan berbagai unsur lainnya.
Ia juga menyoroti tantangan dalam penyelenggaraan lomba, terutama dalam memastikan proses perlombaan berjalan adil dan transparan.
“Tantangannya yang pertama bagaimana teman-teman panitia nanti bisa melaksanakannya secara fair dan adil. Kita terbuka apa adanya. Lele juga tidak bisa ditebak larinya mau ke mana,” ujarnya.
Heru bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi.
Sukodono Berpeluang Kembangkan Wisata Lokal
Sementara itu, perwakilan Bupati Sidoarjo yang diwakili Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, S.STP., MPA., menyambut positif pelaksanaan lomba mancing lele tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut.
Menurut Ineke, Kecamatan Sukodono merasa bangga dipercaya menjadi lokasi kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan unsur masyarakat.
“Wah, tentunya senang ya. Kita jadi lokus tempat lomba mancing lele level provinsi. Terima kasih atas kolaborasinya dengan MAKI Jatim dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan lomba mancing lele di Desa Jumputrejo,” ungkapnya.
Ineke menilai kegiatan tersebut tepat digelar bertepatan dengan momentum Agustusan. Selain memberikan hiburan, lomba mancing juga mengajarkan nilai kesabaran, fokus dan keikhlasan.
“Kalau ada filosofi mancing lele yang perlu diketahui, mungkin belajar sabar, fokus dan ikhlas. Karena tiga hal itu mungkin yang nantinya para peserta ini bisa menang,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan konsep dan skala yang lebih besar.
“Kami doakan semuanya menang supaya tambah meriah. Mungkin tahun depan supaya bisa istiqomah. Kami siap dan welcome untuk event-event yang lebih berkelas lagi level provinsi,” katanya.
Lebih jauh, Ineke menilai kawasan Desa Jumputrejo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata lokal di Kabupaten Sidoarjo, khususnya Kecamatan Sukodono.
Menurutnya, kegiatan lomba mancing dapat menjadi pemicu awal untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
“Ini tentunya bisa meningkatkan nama dan citra desa untuk menjadi objek wisata baru di Sidoarjo, khususnya di Sukodono, karena potensinya yang ada bisa dioptimalkan,” ujarnya.
Ia berharap lahan yang berada di kawasan tersebut dapat dioptimalkan untuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Doorprize Tambah Semarak Perlombaan
Kem meriahan acara semakin terasa dengan berbagai doorprize yang disediakan panitia. Hadiah tersebut antara lain sepeda listrik, sepeda gunung, lemari es, televisi berwarna, berbagai peralatan elektronik, serta hadiah menarik lainnya.
Doorprize memberikan kesempatan kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara untuk tetap membawa pulang hadiah.
Dengan konsep tersebut, lomba tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menghadirkan hiburan dan mempererat kebersamaan antarpeserta.
Secara keseluruhan, Lomba Mancing Ikan Lele MAKI Jatim bersama berbagai pihak berlangsung aman, tertib dan lancar. Antusiasme 130 peserta terlihat sejak perlombaan dimulai hingga proses penimbangan hasil tangkapan.
Kolaborasi antara MAKI Jatim, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Sidoarjo, jajaran kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan tersebut.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi diwujudkan melalui kegiatan rekreatif yang mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan wisata lokal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal bagi agenda serupa dengan skala lebih besar, sehingga lomba mancing tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi dapat berkembang menjadi event ekonomi kreatif dan destinasi wisata berbasis masyarakat di Jawa Timur.
(Redaksi: Devi)
















