DENPASAR, Vonisnews.com – Perayaan Hari Suci Tumpek Landep menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk merefleksikan makna kehidupan, khususnya dalam mempertajam pikiran dan memperkuat budi pekerti.
Anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, bersama keluarga menyampaikan ucapan Rahajeng Rahina Tumpek Landep yang jatuh pada Saniscara Kliwon Landep, Sabtu (18/04/2026).
Ia menjelaskan, Tumpek Landep merupakan hari suci yang dirayakan setiap 210 hari sekali dalam kalender Bali, yang memiliki makna filosofis mendalam tentang ketajaman pikiran serta keseimbangan antara intelektual dan spiritual.
“Pada momen Hari Suci Tumpek Landep, semoga umat Hindu senantiasa dikaruniai ketajaman pikiran dan kecerdasan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan Tumpek Landep tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri. Umat diajak untuk memahami nilai-nilai luhur, memperbaiki perilaku, serta mengasah kemampuan berpikir agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.
“Ini saatnya kita saling memaknai filsafatnya, baik dalam penajaman pikiran, membangun budi pekerti luhur, maupun mengendalikan perilaku buruk dalam diri,” kata Tommy.
Ia menambahkan, tujuan utama dari perayaan ini adalah memohon anugerah agar pikiran menjadi lebih tajam dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, dalam tradisi Tumpek Landep, umat Hindu juga melaksanakan upacara penyucian terhadap berbagai benda, baik tradisional maupun modern, seperti keris, tombak, kendaraan, dan alat penunjang aktivitas lainnya.
“Penyucian ini merupakan bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan, sekaligus sebagai pengingat agar semua yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari membawa kebaikan,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Tommy berharap perayaan Tumpek Landep tahun ini dapat membawa berkah bagi seluruh umat Hindu, khususnya dalam meningkatkan kualitas diri dan kehidupan sosial.
“Rahajeng Rahina Tumpek Landep. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi ketajaman pikiran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Rahajeng Rahayu Semeton Sami,” tutupnya.
(Budi)
















