Surabaya, Vonisnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukomanunggal 3 Surabaya menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Keluhan tersebut mencuat melalui percakapan grup WhatsApp kelas 1B pada Selasa (21/4/2026).
Sekolah yang berada di wilayah Sukomanunggal, Kota Surabaya ini diduga membagikan menu siomay dengan kondisi tidak layak konsumsi. Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa aroma ayam pada siomay yang diterima anaknya terindikasi sudah busuk.
“Bu mohon maaf untuk MBG-nya tadi, untuk siomaynya kok busuk ya ayam e,” tulis salah satu wali murid dalam grup WhatsApp tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya. Ia mengaku beruntung karena anaknya belum sempat mengonsumsi makanan tersebut. Demi menghindari risiko kesehatan, makanan itu akhirnya dibuang.
“Alhamdulillah anak saya tadi belum sempat makan menunya. Akhirnya saya buang semua bu,” tulisnya.
Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah melalui salah satu guru menyampaikan bahwa aduan sudah diterima dan langsung diteruskan kepada penyelenggara program MBG untuk ditindaklanjuti.
“Terima kasih informasinya, tadi sudah kami laporkan ke pihak MBG-nya untuk bahan evaluasi,” tulis guru dalam grup.
Kasus ini memicu kekhawatiran para orang tua terkait aspek keamanan pangan dalam program MBG, terutama karena menyasar anak-anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap dampak makanan tidak higienis.
Para wali murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan bahan makanan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah. Mereka berharap pengawasan kualitas dapat diperketat agar tujuan program peningkatan gizi tidak justru menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa standar mutu dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaannya.
(Hendra)
















