Example floating
Example floating
banner 1000x130
Hukum dan Kriminal

Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan Tantang Wartawan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Jangan Setengah Hati, 

admin
101
×

Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan Tantang Wartawan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Jangan Setengah Hati, 

Sebarkan artikel ini
Img 20251130 Wa0032
banner 1000x130

Oknum Polisi Diduga Mabuk dan Arogan, Ketua Umum ASB: Reformasi Polri Harus Serius!

 

banner 1000x130

Surabaya, Vonisnews.com – Ketegangan terjadi di kawasan Jalan Bratang Wetan Kali Sumo No. 50 Surabaya setelah seorang pria yang mengaku anggota polisi berpangkat perwira pertama, bernama KN, diduga melakukan tindakan arogan dan tidak profesional. Kejadian ini langsung menuai reaksi keras dari Ketua Umum Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Diana Samar, yang menilai sikap oknum tersebut mencoreng nama baik institusi Polri.

Diana menjelaskan bahwa ASB berada di lokasi sebagai kuasa pendamping berdasarkan surat kuasa resmi dari klien yang ingin meminta klarifikasi atas dugaan penyalahgunaan wewenang oleh seorang pegawai. Karena yang bersangkutan terus menghindar, tim ASB menunggu secara prosedural di depan tempat kos, setelah berkoordinasi dengan pemilik kos, Ketua RT dan RW setempat, serta Polsek Wonokromo.

“Karena yang bersangkutan kerap menghindar dari tanggung jawab, maka kami berinisiatif menunggunya secara prosedural. Semua dilakukan dengan koordinasi pihak terkait,” ujar Diana Samar, Sabtu (29/11/2025).

Namun situasi berubah tegang ketika muncul oknum yang mengaku sebagai polisi. Diana menyebut bahwa pria tersebut diduga dalam keadaan mabuk hingga bersikap arogan dan tidak profesional.

“Kami menduga yang bersangkutan tidak dalam kondisi sadar penuh. Sikapnya jelas merusak citra kepolisian dan mencederai rasa hormat publik,” tegas Diana.

Dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, SPKT Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa oknum tersebut tidak lagi bertugas di Polrestabes, melainkan sudah berdinas di Polres Tanjung Perak. Informasi ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai sistem pengawasan internal Polri.

“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas dan pengawasan internal di tubuh kepolisian,” kata Diana.

Tidak berhenti di situ, oknum polisi itu bahkan menantang wartawan yang sedang meliput di lokasi. Dengan nada tinggi ia menyatakan tidak takut diberitakan, memperlihatkan sikap arogan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai profesionalisme aparat penegak hukum.

Diana menegaskan bahwa Surabaya sebagai kota besar tidak boleh dipimpin oleh aparat yang arogan, apalagi yang bertindak di luar kesadaran.

“Profesionalisme polisi patut dipertanyakan. Reformasi Polri harus segera dilakukan secara menyeluruh dan holistik. Surabaya tidak butuh polisi arogan yang merasa dirinya paling tinggi di atas hukum,” ujarnya.

ASB mendesak Kapolda Jawa Timur untuk mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kami percaya masih banyak polisi baik dan berintegritas. Tapi satu tindakan seperti ini bisa merusak kepercayaan publik yang sudah susah payah dibangun,” tutup Diana.

(Redaksi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *