Surabaya, Vonisnews.com – Polrestabes Surabaya memberikan klarifikasi terkait dugaan tebang pilih dalam pembagian parcel di Satpas Colombo. Kanit Regident Polrestabes Surabaya, Iptu Dyah Ayu Mirda Puspita Redhaningtyas, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sesuai dengan arahan Dewan Pers yang melarang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan parcel kepada oknum wartawan yang mengatasnamakan media.
“Kami mengikuti arahan Dewan Pers yang dengan jelas menyatakan bahwa permintaan THR dan bingkisan parcel dari oknum wartawan tidak boleh dilayani. Oleh karena itu, parcel tidak kami bagikan secara sembarangan,” ujar Iptu Dyah Ayu, Selasa (25/3/2025).
Iptu Dyah Ayu menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk menjaga profesionalisme serta mencegah potensi penyalahgunaan wewenang.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas secara transparan dan adil, tanpa intervensi atau kepentingan tertentu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Iptu Dyah Ayu menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan 120 bingkisan untuk rekan-rekan di wilayah Surabaya dan Pokja Polrestabes Surabaya. Namun, ia mengaku kecewa karena terdapat beberapa wartawan dari luar daerah yang membawa anggota keluarga mereka dan meminta bingkisan tanpa prosedur yang jelas.
Kasubnit Regident Polrestabes Surabaya, Iptu Erwandy, turut menegaskan bahwa pembagian parcel telah dilakukan sesuai arahan Kasat Lantas dan sejalan dengan keputusan Dewan Pers.
“Imbauan ini bertujuan untuk menghindari praktik penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan, organisasi wartawan, organisasi perusahaan pers, ataupun media,” jelas Erwandy.
Sebelumnya, beredar kabar mengenai dugaan perlakuan tidak adil dalam pembagian parcel di Satpas Colombo. Namun, dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga profesionalisme dan menghindari potensi penyimpangan.
Polrestabes Surabaya juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung kebijakan yang telah ditetapkan guna menciptakan lingkungan yang lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab.(Red)
















