Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Gresik Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

admin
23
×

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Gresik Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Sebarkan artikel ini
Img 20260202 Wa0248
banner 1000x130

GRESIK, Vonisnews.com — Dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Gresik resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026. Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Gresik, Senin (2/2/2026) pagi.

Apel dipimpin oleh Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha mewakili Kapolres Gresik. Kegiatan tersebut diikuti personel gabungan lintas sektoral yang melibatkan unsur TNI dari Kodim 0817, Denpom, Garnisun, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

banner 1000x130

Dalam amanatnya, Kompol Shabda Purusha menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur dengan korban meninggal dunia sebanyak 10 orang.

“Tingginya angka kecelakaan ini berkorelasi dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin masih menjadi faktor dominan penyebab fatalitas kecelakaan,” ujarnya saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 5.020 personel gabungan diterjunkan di seluruh wilayah Jawa Timur untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasi tersebut.

Operasi tahun ini mengusung tema, “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Tiga strategi utama menjadi fokus dalam pelaksanaan operasi, yakni preemtif, preventif, dan represif. Langkah preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada pengusaha otobus (PO), terkait manajemen keselamatan berlalu lintas.

Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui pelaksanaan ramp check kendaraan serta tes urine bagi pengemudi di terminal guna memastikan kelayakan kendaraan dan kondisi pengemudi bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.

Adapun langkah represif dilakukan melalui penegakan hukum berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) serta penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata, seperti penggunaan knalpot tidak standar atau brong, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menutup arahannya, Wakapolres Gresik menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan profesionalisme, etika, serta keselamatan masyarakat dalam pelaksanaan tugas. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta Latihan Pra Operasi (Latpraops) untuk memantapkan kesiapan teknis dan taktis personel dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di lapangan.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *