DENPASAR, Vonisnews.com – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali membuka kesempatan emas bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu melalui program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana. Program ini merupakan hasil kerja sama antara UPMI dan Pemerintah Provinsi Bali yang bertujuan mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Pulau Dewata.
Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH, M.Hum, menjelaskan bahwa program ini akan membebaskan seluruh biaya pendidikan bagi mahasiswa terpilih. “Biaya pendaftaran, SPP selama delapan semester, dan uang pangkal digratiskan sepenuhnya,” ujarnya, Sabtu (1/8).
Tidak hanya itu, mahasiswa yang lolos program ini juga akan menerima tunjangan biaya hidup sebesar Rp1,4 juta per bulan selama delapan semester. “Ini bentuk dukungan nyata agar mahasiswa dapat fokus belajar tanpa dibebani masalah ekonomi,” tambah Prof. Suarta.
Adapun sasaran program ini adalah warga Bali dari keluarga miskin atau rentan miskin yang belum memiliki anggota keluarga lulusan perguruan tinggi. Pendaftar harus telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK atau sederajat, berdomisili di Bali (dibuktikan dengan KK), serta tidak sedang menerima beasiswa dari program lain.
Calon peserta juga wajib melampirkan sejumlah dokumen seperti:
Surat pernyataan kondisi keluarga (formulir dari kampus)
Surat persetujuan orang tua
Surat rekomendasi dari bendesa adat
Fotokopi rekening listrik, KTP, KK, ijazah dan rapor terakhir
Foto kondisi rumah dan keluarga
“Kuota beasiswa hanya tersedia untuk 100 orang. Jadi ini benar-benar kesempatan berharga untuk masa depan anak-anak Bali,” tegasnya.
UPMI Bali juga menawarkan berbagai program studi S1, di antaranya:
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah
Pendidikan Seni Rupa
Pendidikan Sendratasik (Seni Drama, Tari, dan Musik)
Pendidikan Bahasa Bali
Pendidikan Sejarah
Pendidikan Ekonomi
Kewirausahaan
Pendidikan Matematika
Pendidikan Biologi
Teknik Informatika
Sistem Informasi
Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR)
Pendaftaran program beasiswa ini dibuka hingga 25 Agustus 2025 melalui laman pmb.mahadewa.ac.id.
“Semoga program ini menjadi jembatan perubahan nasib bagi keluarga kurang mampu di Bali melalui pendidikan,” tutup Prof. Suarta.(Budi)
















