Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Seminar Mediapreneur di Surabaya: Media Harus Berkolaborasi untuk Bertahan di Era Digital

admin
88
×

Seminar Mediapreneur di Surabaya: Media Harus Berkolaborasi untuk Bertahan di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Img 20250925 Wa0080
banner 1000x130

Surabaya, Vonisnews.com – Industri media kini berada di persimpangan antara krisis dan peluang. Hal ini mencuat dalam Seminar Mediapreneur bertajuk “Jurnalis Berkualitas dan Berkelanjutan” yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Kamis (25/9/2025).

Seminar ini menghadirkan tokoh-tokoh dari media, teknologi, hingga regulator untuk membahas model bisnis media masa depan yang berkelanjutan melalui kolaborasi.

banner 1000x130

Acara yang dihadiri para wartawan, senior media, serta pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Surabaya ini menghadirkan pembicara Agus Sulistiyono (CEO Promedia Teknologi Indonesia), Dr. Guntur Syahputra Saragih (Komite Publisher Rights), dan Ilona Juwita (CEO Props, praktisi digital advertising).

Agus Sulistiyono menegaskan bahwa media tetap punya masa depan jika mampu menjaga kualitas dan bertransformasi. “Selama manusia membutuhkan informasi, media tetap hidup. Syaratnya, harus berkualitas dulu baru bisa berkelanjutan. Karena itu kolaborasi antar media, asosiasi, dan teknologi menjadi kunci,” ungkapnya.

Dr. Guntur Syahputra Saragih menyoroti ketimpangan ekosistem media, terutama media kecil di daerah. “Banyak media daerah mengurangi peran kritisnya karena keterbatasan ekonomi. Padahal media adalah pilar demokrasi. Perlu inovasi model bisnis serta dukungan negara maupun platform digital,” tegasnya.

Sementara itu, Ilona Juwita menyoroti dominasi iklan digital yang kini menguasai 72,3% belanja iklan global pada 2025. “Distribusi terbesar ada pada retail media 21,9%, paid social 16,8%, online video 8%, dan programmatic advertising 11%. Iklan digital kini jadi tulang punggung industri periklanan dunia,” jelasnya.

Namun, Ilona mengingatkan tantangan media lokal di Indonesia yang harus bersaing dengan raksasa digital bermodal data konsumen yang sangat detail. Ia juga menyinggung dampak algoritma Google terbaru yang menurunkan trafik banyak media hingga 40%. “Kalau trafik turun, otomatis pendapatan iklan ikut tergerus. Karena itu media tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ujarnya.

Ilona juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pemasaran (martech) serta strategi kreatif agar media lokal bisa bertahan, di antaranya:

1. Mengoptimalkan konten video dan podcast.

2. Membangun komunitas pembaca setia.

3. Memanfaatkan programmatic advertising secara efektif.

4. Kolaborasi lintas media untuk memperkuat posisi tawar di hadapan pengiklan.

Diskusi yang dipandu moderator Agil juga menyinggung masalah klasik media daerah seperti minimnya anggaran dan rendahnya keberanian mengangkat isu kritis. Para pembicara sepakat bahwa masa depan media hanya bisa diraih lewat kolaborasi, inovasi model bisnis, dan peningkatan kapasitas jurnalis muda agar mampu bersaing di ekosistem digital global.

(Redaksi: Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *