Example floating
Example floating
banner 1000x130
Berita

Di Ujung Senja, Pensiunan AURI di Wonokromo Hadapi Ancaman Pengosongan Rumah Dinas

admin
22
×

Di Ujung Senja, Pensiunan AURI di Wonokromo Hadapi Ancaman Pengosongan Rumah Dinas

Sebarkan artikel ini
Img 20260426 Wa0050
banner 1000x130

SURABAYA, Vonisnews.com – Ironi kehidupan di masa pensiun dirasakan oleh Heru Arijanto (64), seorang purnawirawan TNI Angkatan Udara yang kini harus menghadapi dua ujian sekaligus: kondisi kesehatan yang menurun dan ancaman kehilangan tempat tinggal.

Heru yang tinggal di Perumahan AURI, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, menerima surat pemberitahuan pengosongan rumah dinas bernomor B/213/IV/2026. Surat tersebut ditandatangani oleh Komandan Pangkalan TNI AU Muljono, Ahmad Mulyono, yang meminta penghuni untuk mengosongkan rumah paling lambat 27 April 2026.

banner 1000x130

Bagi Heru, surat tersebut bukan sekadar dokumen administratif. Dalam kondisi sakit yang telah dideritanya cukup lama, perintah pengosongan itu justru menambah beban pikiran di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan.

“Beliau sakit sudah lama, sekarang ditambah pikiran terkait harus angkat kaki dari rumah dinas,” ujar Budi, salah satu tetangga Heru, saat ditemui di sekitar kawasan Perum AURI, Sabtu (25/4).

Kondisi ini memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat. Rumah dinas yang dahulu menjadi bagian dari fasilitas penunjang pengabdian prajurit, kini menjadi sumber kegelisahan bagi sebagian purnawirawan yang masih menempatinya.

Secara aturan, pengelolaan rumah dinas memang berada di bawah kewenangan institusi militer, termasuk Tentara Nasional Indonesia. Namun, publik menilai bahwa pendekatan dalam penertiban aset seharusnya juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, terutama bagi pensiunan yang tengah mengalami sakit atau keterbatasan ekonomi.

Kisah Heru menjadi gambaran nyata dilema antara aturan administratif dan nilai empati. Di satu sisi, negara memiliki hak untuk menertibkan asetnya. Namun di sisi lain, ada pengabdian panjang yang telah diberikan oleh para prajurit selama masa aktifnya.

Sejumlah warga berharap adanya solusi yang lebih bijak, seperti pemberian tenggat waktu tambahan, relokasi yang layak, atau kebijakan khusus bagi pensiunan yang sakit dan lanjut usia.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai langkah lanjutan terkait nasib para penghuni rumah dinas di kawasan tersebut. Sementara itu, Heru hanya bisa menjalani hari-harinya dengan kondisi terbatas, sembari menunggu keputusan yang akan menentukan tempat tinggalnya ke depan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa persoalan aset negara tidak hanya soal regulasi, tetapi juga menyangkut kehidupan manusia di dalamnya. Di usia senja, Heru tidak sedang mengejar kemewahan, melainkan hanya berupaya mempertahankan ruang hidup yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

(Yuda)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *