Example floating
Example floating
banner 1000x130
Hukum dan Kriminal

Polrestabes Surabaya Ungkap Perampokan Brutal Sopir Ojek Offline Saat Ramadan, Pelaku Serahkan Diri karena Rasa Bersalah

najibpabean
95
×

Polrestabes Surabaya Ungkap Perampokan Brutal Sopir Ojek Offline Saat Ramadan, Pelaku Serahkan Diri karena Rasa Bersalah

Sebarkan artikel ini
Img 20250416 165946
filter: 122; fileterIntensity: 0.8; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;
banner 1000x130

Surabaya, Vonisnews.com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada 26 Maret 2025, bertepatan dengan bulan Ramadan. Korban dalam kejadian ini adalah seorang pengemudi ojek offline yang dirampok oleh dua pelaku dan ditinggalkan dalam kondisi terluka di kebun tebu wilayah Wonoayu, Sidoarjo.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., dalam konferensi pers pada Rabu (16/4/2025), menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi antara Satreskrim Polrestabes Surabaya, Unit Jatanras, serta aparat kepolisian dari wilayah Cirebon.

banner 1000x130

“Para pelaku, yakni ISM (25) dan AK (42), berasal dari Sidoarjo. Motif mereka adalah kebutuhan mendesak untuk membeli perlengkapan Lebaran. Mereka lalu sepakat untuk melakukan aksi perampokan, sedangkan tersangka ATM (42) dan AR (46) berperan sebagai perantara penjual dan pembeli mobil hasil curian,” ujar Kombes Pol Luthfie, didampingi Kasatreskrim AKBP Aris Purwanto dan Kanit Jatanras IPTU Bobby W.W. Elsam.

Peristiwa bermula saat ISM dan AK memesan layanan ojek offline sekitar pukul 20.00 WIB, dengan tujuan awal ke SMP Negeri 57 Surabaya. Karena lokasi tersebut ramai, mereka meminta pengemudi berpindah ke sekitar STIE Mahardika yang lebih sepi.

Setibanya di lokasi, AK yang duduk di belakang tiba-tiba memukul wajah korban menggunakan jaket berlapis lakban, lalu bersama ISM menyeret korban ke belakang mobil. AK kemudian mengambil alih kemudi dan membawa korban ke kebun tebu di Tulangan, Sidoarjo, lalu meninggalkannya dalam kondisi terluka.

“Korban sempat memohon agar tidak disakiti dan menyerahkan seluruh barang miliknya. Usai ditinggalkan, korban berhasil diselamatkan oleh warga dan mendapatkan perawatan hingga kondisinya pulih,” terang Kombes Pol Luthfie.

Mobil korban kemudian dibawa ke Cirebon dan dijual melalui perantara bernama HR kepada ATM seharga Rp16,9 juta. HR mengambil Rp2,9 juta sebagai komisi, dan sisanya dibagi rata oleh ISM dan AK.

Namun, rasa bersalah menghantui ISM ketika melihat inhaler milik korban yang mengingatkannya pada sang ayah yang menderita asma. ISM pun menyerahkan diri ke polisi pada 7 April 2025. Dari pengakuannya, polisi berhasil menangkap AK di Cirebon dan mengamankan mobil sebagai barang bukti.

Selain kasus ini, AK juga terlibat dalam perkara penipuan dan penggelapan yang tengah ditangani Polres Cirebon. Polrestabes Surabaya kini tengah berkoordinasi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas wilayah. Kami juga akan mendalami motif serta rekam jejak pelaku. Mobil korban akan dikembalikan setelah proses hukum selesai,” tutup Kapolrestabes.(Devi)

banner 1000x130 banner 1000x130
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *